Nilai Ekspor Lampung pada Agustus 2022 Meningkat

10 golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung

Wakos Reza Gautama
Selasa, 04 Oktober 2022 | 08:29 WIB
Nilai Ekspor Lampung pada Agustus 2022 Meningkat
Ilustrasi ekspor. Nilai ekspor Lampung meningkat pada Agustus 2022. [ANTARA]

SuaraLampung.id - Nilai ekspor Provinsi Lampung mencapai 674,55 juta dolar Amerika Serikat pada Agustus 2022. Jumlah ini mengalami kenaikan 56,54 persen dibandingkan bulan lalu.

"Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung pada Agustus 2022 mencapai 124,31 juta dolar AS, atau turun 49,23 persen dibanding Juli 2022.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Endang Retno Sri Subiyandani menyebutkan 10 golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada Agustus 2022 adalah lemak dan minyak hewan/nabati ; batu bara.

Kemudian, kopi, teh, rempah-rempah; ampas/sisa industri makanan; berbagai produk kimia; olahan dari buah-buahan/sayuran; bubur kayu/pulp; ikan dan udang; karet dan barang dari karet; serta gula dan kembang gula.

Baca Juga:Chusnunia Launching Gernas Tastaka Provinsi Lampung

"Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Agustus 2022 adalah Italia, Amerika Serikat, India, Tiongkok, Belanda, Pakistan, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, dan Selandia Baru," kata Endang.

Ia menambahkan, negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada Agustus 2022 adalah Italia 92,92 juta dolar; Amerika Serikat 89,82 juta dolar; India 77,29 juta dolar; Tiongkok 67,67 juta dolar; Belanda 57,42 juta dolar.

Lalu, Pakistan 52,68 juta dolar; Jepang 50,99 juta dolar; Korea Selatan 26,62 juta dolar; Spanyol 25,20 juta dolar; dan Selandia Baru 22,89 juta dolar.

Sementara itu nilai impor Provinsi Lampung pada Agustus 2022 mencapai 124,31 juta dolar atau turun 49,23 persen dibanding Juli 2022.

Kepala BPS Lampung itu menjelaskan dari sepuluh golongan barang impor utama pada Agustus 2022, lima golongan barang mengalami penurunan.

Baca Juga:Hari Pertama Operasi Zebra Krakatau 2022, 40 Pengendara Melanggar Lalu Lintas Terekam Kamera ETLE

Masing-masing adalah ampas/sisa industri makanan turun 5,48 persen; gula dan kembang gula turun 9,20 persen; binatang hidup turun 30,72 persen; gandum-ganduman turun 19,09 persen; serta ikan dan udang turun 6,51 persen.

Golongan barang yang mengalami peningkatan adalah pupuk naik 54,14 persen; besi dan baja naik 123,76 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik naik 25,44 persen; bahan kimia organik naik 81,52 persen; serta garam, belerang, kapur naik 16.099,33 persen. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak