- Aminudin (50), warga Desa Ogan Lima, dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Abung Way Rarem sejak Minggu (4/5/2026).
- Tim SAR gabungan menggunakan peralatan canggih seperti Aqua Eye untuk melakukan pencarian di lokasi yang memiliki medan cukup sulit.
- Hingga Selasa (5/5/2026), operasi pencarian belum membuahkan hasil karena terhalang kondisi cuaca buruk dan tumpukan eceng gondok tebal.
SuaraLampung.id - Senja di tepian Sungai Abung Way Rarem, Minggu (4/5/2026), menyisakan sebuah pemandangan yang menyayat hati. Sebuah sepeda motor terparkir bisu, bersanding dengan sebilah golok yang tergeletak tak bertuan.
Tak ada tanda-tanda keberadaan sang pemilik, Aminudin (50), warga Desa Ogan Lima yang pamit untuk mencari ikan namun tak kunjung kembali.
Hingga Selasa (5/5/2026), hilangnya Aminudin masih menjadi teka-teki yang berusaha dipecahkan oleh Tim SAR gabungan.
Sejak laporan masuk pada dini hari, tim dari Pos SAR Tulang Bawang langsung menerjang medan sulit demi mencapai titik lokasi di Kecamatan Abung Pekurun.
Baca Juga:Hantaman Maut Kapal Kargo di Perairan Kalianda: Tim SAR Sisir Laut Cari Nelayan yang Hilang
Pencarian ini bukanlah perkara mudah. Alam seolah memasang barikade bagi para penyelamat. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut mengubah akses jalan menjadi jalur lumpur yang pekat, memperlambat gerak taktis armada SAR menuju lokasi.
Tak berhenti di situ, permukaan Sungai Abung juga tertutup oleh hamparan eceng gondok yang sangat tebal. Tanaman liar ini menjadi tantangan terbesar bagi tim penyelam yang harus bertaruh nyawa menembus kedalaman empat meter di bawah permukaan air.
“Kondisi sungai yang dipenuhi eceng gondok cukup tebal sangat menyulitkan proses pencarian, terutama saat tim melakukan penyelaman,” ujar Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri.
Bukan sekadar penyisiran visual, Tim SAR juga mengerahkan teknologi canggih seperti Aqua Eye untuk mendeteksi keberadaan objek di bawah air.
Perahu karet hilir mudik membelah arus, sementara para penyelam berulang kali turun ke dasar sungai yang gelap dan dingin.
Baca Juga:KM Bima Suci Tenggelam Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda, 1 Nelayan Hilang
Meski operasi besar-besaran telah dilakukan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, penyelamat, hingga masyarakat setempat, hingga jarum jam menunjukkan pukul 17.33 WIB, pencarian hari pertama masih menemui jalan buntu. Sosok Aminudin belum juga ditemukan di balik pekatnya arus Way Rarem.
Seiring dengan tenggelamnya matahari, operasi SAR terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan tim. Namun, semangat pencarian tidak ikut redup. Rencana operasi hari kedua telah disusun matang untuk dilanjutkan kembali pada Rabu pagi pukul 08.00 WIB.