WALHI Sebut Banjir Bandar Lampung Adalah Kejahatan Ekologis Bukan Sekadar Takdir

WALHI Lampung menyatakan banjir di Bandar Lampung sepanjang awal tahun 2026 merupakan krisis ekologis

Wakos Reza Gautama
Rabu, 15 April 2026 | 14:17 WIB
WALHI Sebut Banjir Bandar Lampung Adalah Kejahatan Ekologis Bukan Sekadar Takdir
WALHI Lampung menyebut banjir yang terus berulang di Bandar Lampung adalah kejahatan ekologis. [Dok Kantor SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • WALHI Lampung menyatakan banjir di Bandar Lampung sepanjang awal tahun 2026 merupakan krisis ekologis akibat kebijakan pembangunan tata ruang.
  • Pemerintah daerah dianggap gagal mengelola anggaran normalisasi drainase senilai Rp15 miliar karena tidak menyentuh akar permasalahan lingkungan.
  • Penyebab utama banjir adalah alih fungsi lahan resapan menjadi bangunan komersial serta kerusakan perbukitan yang tidak terkendali secara sistematis.

SuaraLampung.id - Setiap kali hujan deras mengguyur Bandar Lampung, skenario yang sama selalu berulang. Jalanan berubah jadi sungai, rumah warga terendam lumpur, dan jeritan minta tolong memenuhi udara.

Selama ini, "cuaca ekstrem" selalu menjadi kambing hitam yang nyaman. Namun, bagi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung, alasan itu sudah usang dan cenderung manipulatif.

Banjir yang mengepung Kota Tapis Berseri hingga memakan korban jiwa baru-baru ini dinilai bukan lagi murni fenomena alam.

Ini adalah sebuah "bencana yang diproduksi", sebuah dosa tata ruang yang lahir dari kebijakan pembangunan yang abai terhadap ekologi.

Baca Juga:Mencekam! Duel Nyali di Tanjungkarang: Anis Lawan Begal yang Umbar Tembakan di Tengah Hari

Direktur WALHI Lampung, Irfan Tri Musri, mengungkapkan fakta yang menyesakkan. Sepanjang awal tahun 2026 saja, banjir terus menerus menghantam kota ini. Puncaknya pada Maret lalu, di mana setidaknya 47 titik banjir muncul dalam satu peristiwa.

“Kondisi ini menegaskan bahwa banjir bukan lagi kejadian insidental, melainkan krisis ekologis yang terjadi secara sistematis dan terus berulang,” tegas Irfan dalam pernyataan resminya, Rabu (15/4/2026).

Irfan menuding pemerintah daerah telah gagal mengelola tata ruang. Bandar Lampung, menurutnya, sedang berada dalam cengkeraman "kejahatan ekologis" yang terstruktur.

Kritik pedas WALHI juga menyasar pada efektivitas penggunaan uang rakyat. Pemerintah Kota Bandar Lampung tercatat mengalokasikan sekitar Rp15 miliar untuk pembangunan dan normalisasi drainase. Namun, kenyataannya? Banjir tetap merendam titik yang sama, bahkan meluas ke wilayah baru.

“Anggaran ada, tapi salah arah,” cetus Irfan dikutip dari saibumi.com--jaringan Suara.com.

Baca Juga:Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong

Ia menilai pembangunan fisik seperti drainase hanyalah solusi di permukaan. Tanpa memperbaiki daerah resapan air dan menghentikan kerusakan di wilayah hulu, miliaran rupiah tersebut seolah terbuang percuma ke dalam arus banjir.

WALHI juga menyoroti pola respons Wali Kota yang dinilai lebih mengedepankan "politik kemanusiaan" daripada "politik lingkungan".

Kehadiran pemimpin di lokasi bencana dengan membawa paket sembako dan santunan memang tampak menyejukkan, namun itu tidak akan pernah menghentikan banjir datang kembali.

“Ketika banjir terjadi, Wali Kota hadir membawa bantuan sembako dan santunan, tetapi tidak fokus pada bagaimana upaya pencegahan jangka panjang,” sindir Irfan.

Menurutnya, publik lebih butuh kebijakan tegas untuk menyelamatkan bukit dan sungai daripada sekadar bantuan pasca-bencana.

Penelusuran WALHI mengidentifikasi luka-luka lingkungan yang menganga di Bandar Lampung. Pertama adanya alih fungsi kawasan resapan menjadi mal, ruko, dan perumahan komersial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak