- Hujan ekstrem pada Selasa malam menyebabkan banjir setinggi 120 sentimeter yang mengepung wilayah Bandar Lampung sejak sore hari.
- Tim SAR gabungan melakukan operasi penyelamatan warga terjebak di sejumlah titik lokasi banjir mulai pukul 21.30 WIB.
- Sebanyak 109 jiwa berhasil dievakuasi dengan selamat dalam operasi yang berakhir pada Rabu dini hari pukul 02.25 WIB.
SuaraLampung.id - Selasa malam (14/4/2026) seharusnya menjadi waktu istirahat yang tenang bagi warga Bandar Lampung. Namun, langit berkata lain.
Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sejak sore mengubah jalanan kota menjadi sungai cokelat yang meluap.
Hanya dalam hitungan jam, sudut-sudut kota terkepung air, memaksa ratusan nyawa bertaruh dengan waktu di tengah kegelapan.
Pukul 21.15 WIB, telepon di Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung berdering nyaring. Aris, Ketua Forum Rescue Relawan Lampung, melaporkan situasi darurat ada warga di Kelurahan Jagabaya I terjebak. Air telah menyentuh ketinggian 120 sentimeter, setinggi dada orang dewasa.
Baca Juga:Bandar Lampung Dipilih Jadi Barometer Nasional Perang Melawan TBC
Tanpa membuang waktu, tim rescue bergerak membelah hujan pada pukul 21.30 WIB. Perjalanan yang biasanya singkat terasa begitu panjang.
Akses jalan yang tertutup genangan dan banyaknya titik banjir membuat tim harus berjuang ekstra keras hanya untuk mencapai lokasi.
Setibanya di lokasi satu jam kemudian, pemandangan memilukan tersaji. Menggunakan perahu karet dan perlengkapan evakuasi, tim SAR Gabungan mulai menyisir gang-gang sempit di Jalan Abimanyu, Way Halim.
Di bawah sorot lampu senter yang terbatas, petugas menjemput satu per satu warga, mulai dari balita yang menangis hingga lansia yang kedinginan.
"Banyaknya lokasi terdampak membuat waktu tempuh tim menjadi lebih lama. Akses menuju lokasi juga cukup sulit karena beberapa ruas jalan tertutup banjir," ungkap Kepala Basarnas Lampung, Deden Ridwansah.
Baca Juga:Merpati Kolongan Warga Bandar Lampung Rp3,5 Juta Digasak, Dijual Cuma Seharga Pulsa
Lelah seolah tak dirasakan oleh personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, Sabhara Polda Lampung, hingga relawan dan warga setempat.
Setelah mengamankan wilayah Way Halim, mereka bergerak cepat ke titik-titik kritis lainnya seperti Jalan Pangeran Antasari, Gang Man Antasari, hingga Gang Karawang di Kecamatan Bumi Waras.
Satu per satu warga berhasil dibawa ke tempat yang lebih aman. Total, sebanyak 109 jiwa berhasil dievakuasi dari kepungan air dalam operasi penyelamatan yang berlangsung hingga dini hari tersebut.
Setelah berjibaku selama lebih dari lima jam, alam mulai sedikit bersahabat. Hujan mereda, dan genangan air perlahan surut.
Pada pukul 02.25 WIB, Rabu (15/4/2026), operasi SAR resmi dinyatakan selesai setelah petugas memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal di rumah-rumah yang terendam. Meski operasi telah ditutup, Deden Ridwansah tetap memberikan peringatan keras.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Cuaca masih belum menentu," tegasnya.