- BRMP Lampung mengalokasikan 1.222 unit irigasi pompa listrik untuk mengantisipasi ancaman kekeringan ekstrem El Niño pada tahun 2026.
- Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp194 miliar guna membangun sistem irigasi modern yang menjangkau seluruh wilayah pelosok Provinsi Lampung.
- Pelaksana tugas Kepala BRMP mempercepat verifikasi konstruksi agar distribusi air segera tersedia bagi para petani sebelum musim kering.
SuaraLampung.id - Bayang-bayang ancaman El Niño yang membawa kekeringan ekstrem menjadi momok menakutkan bagi para petani di Provinsi Lampung.
Untuk mengantisipasi hal itu, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung mengalokasikan sebanyak 1.222 unit irigasi perpompaan di tahun 2026.
“Irigasi perpompaan ini adalah jantung yang akan memompa kehidupan ke lahan-lahan pertanian kita. Tujuannya memastikan ketahanan pangan tetap terjaga,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BRMP Lampung, Endro Gunawan, Kamis (28/5/2026).
Tak tanggung-tanggung, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp194 miliar untuk merealisasikan rencana besar ini.
Baca Juga:Mobil Listrik Mulai Padati Bandar Lampung: Dishub Pertimbangkan Miliki Alat Uji KIR Khusus
Menariknya, sistem irigasi ini mengandalkan pompa air bertenaga listrik, sebuah langkah modernisasi yang diklaim lebih efisien dan ramah lingkungan.
Distribusi airnya pun dirancang fleksibel, mulai dari sistem saluran terbuka hingga pipanisasi (saluran tertutup) untuk menjangkau lahan yang sulit sekalipun.
Endro menekankan pentingnya kecepatan eksekusi. Di tengah bulan Mei ini, pihaknya sedang berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan seluruh proses verifikasi. Targetnya konstruksi harus segera dimulai sebelum El Niño benar-benar menyapa.
“Saat ini, dari target 1.222 unit, sebanyak 1.005 unit sudah melewati tahap verifikasi. Proses pembuatan rekening sudah mencapai 504 unit, sementara puluhan lainnya sudah masuk tahap rancang bangun hingga pencairan dana,” jelas Endro.
Keadilan distribusi air menjadi kunci dalam proyek ini. Sebaran ribuan pompa ini menjangkau hampir seluruh pelosok Lampung.
Baca Juga:Lampung Kini Jadi Produsen Sapi Raksasa yang Dikembangkan Peternak Rakyat
Lampung Timur dan Way Kanan menjadi penerima manfaat terbesar dengan alokasi masing-masing 247 unit dan 209 unit, disusul oleh Lampung Tengah dan Lampung Selatan yang juga mendapatkan porsi signifikan.
Wilayah lain seperti Pesawaran (147 unit) dan Pesisir Barat (85 unit) juga tak luput dari perhatian. Bahkan, wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung pun disiapkan tiga unit pompa untuk menjaga eksistensi lahan pertanian urban. (ANTARA)