Lampung Kini Jadi Produsen Sapi Raksasa yang Dikembangkan Peternak Rakyat

Lampung kini memproduksi sendiri seluruh sapi bantuan Presiden RI untuk didistribusikan pada tahun 2026

Wakos Reza Gautama
Kamis, 28 Mei 2026 | 16:15 WIB
Lampung Kini Jadi Produsen Sapi Raksasa yang Dikembangkan Peternak Rakyat
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung menyatakan Lampung berpotensi menjadi produsen sapi berbobot besar yang dikembangkan oleh peternak rakyat. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Provinsi Lampung kini memproduksi sendiri seluruh sapi bantuan Presiden RI untuk didistribusikan pada tahun 2026.
  • Peternak lokal di berbagai wilayah Lampung berhasil membudidayakan sapi berkualitas super dengan bobot mencapai di atas 800 kilogram.
  • Harga jual sapi hidup di Lampung meningkat signifikan pada tahun 2026 akibat tingginya kualitas dan permintaan pasar nasional.

SuaraLampung.id - Provinsi Lampung menahbiskan diri sebagai gudang sapi berbobot jumbo. Tak main-main, setiap ekor sapi bantuan Presiden RI yang didistribusikan di wilayah ini pada tahun 2026 adalah produk asli Lampung.

Tidak ada lagi sapi yang didatangkan dari luar, justru Lampunglah yang kini membanjiri pasar luar daerah dengan sapi-sapi berkualitas super.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menyebut bahwa fenomena ini adalah bukti keahlian luar biasa para peternak lokal.

"Semua sapi bantuan Presiden berasal dari Lampung. Kami bahkan sudah mampu memasok sapi-sapi berbobot jumbo ini ke berbagai daerah di Indonesia," ujar Lili, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga:Apes! Pelaku Curanmor di Lampung Tengah Malah Terjungkal dan Berakhir di RS

Mencetak sapi dengan bobot di atas 800 kilogram bukanlah perkara mudah. Di Lampung, hal ini telah menjadi sebuah seni sekaligus gaya hidup. Bahkan, terdapat komunitas khusus bagi para peternak yang berhasil menembus angka keramat tersebut.

Ada pula kelompok peternak yang fokus pada pengelolaan "bakalan" (sapi muda) dengan bobot awal sudah mencapai 300 kilogram lebih.

Jenis-jenis elit seperti Limousin, Simmental, Belgian Blue, hingga Peranakan Ongole (PO) dan Brahman menjadi primadona yang meliuk-liuk di kandang-kandang peternak rakyat.

"Memelihara sapi jumbo itu butuh tangan dingin. Ini bukan pekerjaan untuk sembarang orang karena perawatannya sangat spesifik. Tapi hebatnya, hampir di setiap kabupaten di Lampung, kita punya 'pakar' sapi jumbo seperti ini," tambah Lili.

Tahun ini menjadi momentum emas bagi para peternak. Geliat harga hewan kurban di tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif.

Baca Juga:Proyek Rehabilitasi Irigasi di Lampung Mulai 2026

Pada tahun 2025 harga sapi hidup berkisar di angka Rp58 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, kini harganya melonjak ke kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah bentuk apresiasi nyata bagi dedikasi peternak lokal. Masa panen raya ini diharapkan memicu semangat para peternak untuk terus meningkatkan kualitas usaha penggemukan mereka.

Sentra-sentra raksasa ini kini kian kokoh di Kabupaten Lampung Tengah sebagai pemimpin populasi, disusul oleh Lampung Selatan dan Tanggamus yang tak kalah progresif. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak