- PT KAI Divre IV Tanjungkarang menjual habis 20.800 tiket kereta api untuk periode libur panjang 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
- Lonjakan penumpang terjadi akibat perpaduan libur Idul Adha, cuti bersama, dan Hari Lahir Pancasila yang memicu mobilitas masyarakat Lampung.
- Pihak KAI meningkatkan inspeksi sarana dan prasarana secara intensif untuk menjamin keselamatan serta kelancaran perjalanan seluruh penumpang di jalur tersebut.
SuaraLampung.id - Di Lampung, ribuan orang baru saja "berperang" memperebutkan kursi kereta api untuk menyambut libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026. Hasilnya? Fantastis. Sebanyak 20.800 tiket ludes terjual tanpa sisa.
Momen libur kali ini memang tergolong istimewa. Kalender menunjukkan perpaduan sempurna antara libur akhir pekan, cuti bersama, Hari Raya Idul Adha 1447 H, hingga peringatan Hari Lahir Pancasila. Tak heran jika mobilitas masyarakat Lampung melonjak tajam.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang mencatat bahwa periode emas ini berlangsung dari tanggal 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Dua rangkaian kereta menjadi primadona yang paling diburu masyarakat. Pertama adalah KA Rajabasa yang menghubungkan Tanjungkarang–Kertapati serta KA Kuala Stabas yang melayani relasi Tanjungkarang–Baturaja.
Baca Juga:Harga Cabai dan Bawang Meroket di Lampung, Pemprov Antisipasi Laju Inflasi Tak Terkendali
"Habisnya tiket pada periode libur panjang ini menunjukkan betapa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api," ujar Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, Rabu (27/5/2026).
Menurut Zaki, kereta api kini bukan sekadar moda transportasi alternatif, melainkan pilihan utama.
"Masyarakat memilih kereta karena menawarkan tiga hal krusial: keamanan, ketepatan waktu, dan tarif yang sangat terjangkau di tengah fluktuasi harga kebutuhan lainnya," tambahnya.
Di saat ribuan penumpang bersiap untuk mudik dan berlibur, ratusan petugas KAI justru sedang bersiaga penuh di balik layar. Menjual habis puluhan ribu tiket berarti memikul tanggung jawab keselamatan yang amat besar.
Zaki menegaskan bahwa KAI Divre IV Tanjungkarang tidak mau kecolongan. Pemeriksaan rutin sarana dan prasarana dilakukan lebih intensif dari biasanya. Mulai dari pengecekan kelaikan gerbong hingga inspeksi rel kereta api dilakukan secara mendetail.
Baca Juga:Luka di Balik Seragam: Saat Hinaan Memicu Tragedi Berdarah di SMPN 44 Bandar Lampung
"Kami memastikan seluruh aspek operasional berjalan optimal. Bukan hanya soal kapasitas angkutan, tapi pengawasan perjalanan dan kesiapan petugas di stasiun maupun di atas kereta menjadi prioritas utama demi menjamin perjalanan yang lancar dan terkendali," tegas Zaki. (ANTARA)