- Pemerintah Provinsi Lampung membangun lima ruas jalan sepanjang 112,9 kilometer di Suoh dan Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat.
- Proyek senilai Rp45 miliar tersebut telah mencapai progres 20 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026 mendatang.
- Pembangunan infrastruktur ini bertujuan mempermudah distribusi hasil bumi serta mendukung program Swasembada Pangan Presiden Prabowo Subianto.
SuaraLampung.id - Bagi masyarakat di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat, jalan bukan sekadar aspal yang menghampar.
Ia adalah harapan untuk membawa harumnya aroma kopi, manisnya pisang, hingga melimpahnya hasil padi ke pasar tanpa harus tercekik ongkos angkut yang mahal.
Menjawab penantian panjang warga di wilayah ujung Lampung Barat ini, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan kabar segar.
Proyek ambisius pembangunan lima ruas jalan sepanjang 112,9 kilometer kini sedang dipacu, menjanjikan wajah baru bagi konektivitas di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan.
Baca Juga:Pemprov Lampung Tebar Rp35 Miliar untuk Karpet Beton dan Aspal Baru Jalan di Pringsewu
Pemerintah Provinsi Lampung tidak main-main. Anggaran sebesar Rp45 miliar digelontorkan untuk memastikan Suoh dan BNS keluar dari isolasi infrastruktur. Hingga kini, alat-alat berat telah bekerja dan menunjukkan progres nyata sebesar 20 persen.
"Potensi di Suoh dan BNS ini luar biasa. Ada padi, cokelat, kopi, hingga kelapa. Kami memberikan perhatian khusus agar distribusi hasil bumi ini berjalan mulus tanpa hambatan jalan rusak lagi," ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Kamis (11/7/2026).
Targetnya Desember 2026, seluruh ruas jalan ini harus sudah mulus dan siap dilalui. Langkah strategis ini bukan hanya soal mobilitas warga, melainkan bagian dari visi besar nasional.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menyebut perbaikan jalan ini adalah kepingan penting dalam mendukung program Swasembada Pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"BNS dan Suoh adalah daerah strategis penghasil pangan. Selama ini, kendala utama petani adalah akses. Dengan jalan yang baik, biaya angkut akan jauh lebih murah dan hasil panen sampai ke pasar lebih cepat," ungkap Parosil.
Baca Juga:Dobrak Keterbatasan Anggaran, Mirza Ingin Terapkan Sukuk dan Obligasi Daerah
Logikanya sederhana jika akses mudah dan biaya kirim murah, harga di tingkat petani akan membaik. Kesejahteraan bukan lagi sekadar impian di atas kertas bagi para petani cokelat dan kopi di sana.
Kini, pengerjaan terus dikebut di lima titik krusial, termasuk ruas jalan yang menjadi pintu gerbang menuju Sumatera Selatan. Dukungan penuh dari masyarakat sangat diharapkan agar pembangunan ini berjalan tanpa kendala.
Gubernur Mirza optimis, begitu pita peresmian dipotong pada akhir 2026 nanti, roda perekonomian Lampung Barat akan berputar lebih kencang. (ANTARA)