- Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan proyek perkebunan senilai Rp210,58 miliar pada tahun 2026 untuk penyediaan bibit unggul bagi petani.
- Program ini menyasar 30.050 hektare lahan yang tersebar di 13 kabupaten dan kota guna memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan daerah.
- Fokus utama proyek mencakup pengembangan komoditas tebu, kopi, kakao, lada, dan kelapa untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas pertanian.
SuaraLampung.id - Setelah sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu lumbung pangan nasional melalui komoditas padi dan jagung, Provinsi Lampung kini mulai mengalihkan pandangan ke sektor yang tak kalah menjanjikan yakni perkebunan. Tak tanggung-tanggung, sebuah proyek raksasa bernilai Rp210,58 miliar telah disiapkan untuk tahun 2026.
Dana fantastis tersebut bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah untuk menyediakan bibit unggul bagi petani.
Sasarannya pun masif, yakni mencakup lahan seluas 30.050 hektare yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Bumi Ruwa Jurai.
“Setelah swasembada beras, fokus kita kini bergeser ke hilirisasi perkebunan. Dukungan bibit ini adalah fondasi utamanya,” ujar Plt Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan, Jumat (29/5/2026).
Baca Juga:Lawan Kekeringan, Lampung Kucurkan Rp194 Miliar untuk Pompa Irigasi ke Ribuan Hektare Sawah
Dalam rincian anggaran tersebut, komoditas tebu menjadi pemain utama. Demi mewujudkan swasembada gula nasional, Lampung mengalokasikan dana terbesar yakni Rp187,25 miliar untuk lahan seluas 13.000 hektare.
Langkah ini dilakukan melalui dua skema besar yakni perluasan lahan di Lampung Utara dan Way Kanan, serta aksi "bongkar ratun" atau peremajaan tanaman tua seluas 10.700 hektare di lima kabupaten kunci, termasuk Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat.
Bagi Lampung, kopi dan kakao adalah identitas. Maka tak heran, anggaran miliaran rupiah dikucurkan untuk meremajakan kembali kejayaan dua komoditas ini.
Untuk kopi, dana Rp2,57 miliar disiapkan guna membenahi 2.000 hektare lahan yang mulai menua di wilayah pegunungan seperti Lampung Barat, Tanggamus, hingga Pesisir Barat.
Sementara itu, sektor kakao mendapatkan porsi Rp9,88 miliar. Fokusnya adalah peremajaan lahan seluas 6.350 hektare di wilayah selatan hingga timur Lampung, serta perluasan lahan baru seluas 1.100 hektare. Tujuannya untuk memastikan kualitas biji cokelat Lampung tetap kompetitif di pasar global.
Baca Juga:Mobil Listrik Mulai Padati Bandar Lampung: Dishub Pertimbangkan Miliki Alat Uji KIR Khusus
Eksistensi lada Lampung yang melegenda juga tak luput dari perhatian. Anggaran Rp5,20 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi 1.100 hektare lahan lada di wilayah Lampung Utara hingga Way Kanan.
Begitu pula dengan kelapa dalam, yang mendapatkan suntikan Rp5,68 miliar untuk menyasar 6.500 hektare lahan di wilayah pesisir seperti Pesawaran dan Pringsewu. (ANTARA)