- Dua pria mencoba mencuri motor di Jalan Sisingamangaraja, Bandar Lampung, pada Senin, 13 April 2026, menggunakan senjata api.
- Korban bernama Anis menggagalkan aksi pencurian tersebut karena motornya dalam kondisi terkunci gembok tambahan yang kuat.
- Pelaku melarikan diri setelah melepaskan tembakan peringatan ke udara karena gagal membawa kabur sepeda motor milik korban.
SuaraLampung.id - Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Kelapa Tiga Permai, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandar Lampung, mendadak berubah menjadi arena "film laga" yang mencekam pada Senin (13/4/2026).
Di bawah terik matahari, sebuah aksi pencurian motor tak lagi hanya soal kecepatan tangan, melainkan tentang adu nyali antara korban yang tak rela hartanya dirampas dengan pelaku yang siap mencabut nyawa.
Dua pria misterius berboncengan motor matic hitam tampak tenang menyisir ruko. Penampilan salah satu pelaku cukup menipu. Mengenakan batik rapi dan helm, ia turun dengan gerak-gerik meyakinkan layaknya seorang tamu.
Namun, sasarannya bukan pintu ruko, melainkan kunci kontak sebuah motor matic putih yang terparkir manis di depan.
Baca Juga:Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong
Pelaku "berbatik" itu memang piawai. Dalam hitungan detik, kunci kontak berhasil dirusak. Namun, ia meremehkan naluri sang pemilik motor.
Anis, pemilik kendaraan tersebut, menyadari ada yang tak beres dari dalam ruko. Tanpa pikir panjang, Anis menghambur keluar. Teriakan minta tolongnya membelah kesunyian Jalan Sisingamangaraja.
Tak cukup hanya berteriak, Anis melakukan tindakan nekat. Dia mengejar pelaku yang sudah bersiap menggeber motor miliknya.
Situasi yang awalnya hanya aksi curanmor biasa, seketika berubah menjadi teror mematikan. Sadar posisinya terdesak, pelaku yang mengenakan batik itu merogoh sesuatu dari balik pinggangnya. Sebuah benda logam hitam, yang diduga kuat senjata api, langsung ditodongkan tepat ke arah Anis.
Tak hanya satu, rekan pelaku yang berjaga di atas motor juga mencabut senjata serupa. Mereka mengacungkan moncong pistol ke arah warga dan karyawan ruko yang mulai berdatangan, menciptakan barikade ketakutan yang membuat langkah orang-orang terhenti seketika.
Baca Juga:Genggaman Terakhir Suami yang Terlepas: Dewi Tewas di Tengah Amukan Banjir Bandar Lampung
“Saya langsung lari ke depan, awalnya saya kira mereka tidak membawa senjata. Ternyata mereka menodongkan pistol. Motor sempat hidup, tapi gagal dibawa karena masih terkunci gembok,” ujar Anis dikutip dari saibumi.com--jaringan Suara.com.
Inilah ironi dalam aksi kriminal tersebut. Meski sudah membekali diri dengan senjata api dan berhasil merusak kunci kontak, rencana matang sang begal rontok hanya karena satu benda kecil yakni sebuah gembok tambahan.
Karena motor tak kunjung bisa dijalankan, pelaku yang panik akhirnya memilih kabur. Namun, sebagai "salam perpisahan" yang menggetarkan nyali, pelaku melepaskan tembakan ke udara. Suara dentuman itu menggema, memastikan tak ada warga yang berani mengejar lebih jauh.
“Mereka sempat menembak ke udara, lalu kabur begitu saja,” tambah Anis.
Meski motor kesayangannya sempat terjatuh dan mengalami lecet, Anis merasa beruntung nyawanya masih selamat.