Lampung Prioritaskan Budaya Topeng di Balik Festival Krakatau 2025

budaya penutup wajah di Lampung ini dipilih sebagai tema Festival Krakatau selama beberapa tahun ini

Wakos Reza Gautama
Jum'at, 04 Juli 2025 | 20:30 WIB
Lampung Prioritaskan Budaya Topeng di Balik Festival Krakatau 2025
Ilustrasi topeng Sekura. Festival Krakatau 2025 mengusung budaya Sekura, Tuping dan Nyubuk. [Twitter/@robbyybie]

SuaraLampung.id - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung menyatakan gelaran Krakatau Festival 2025 tetap mengusung budaya Sekura, Tuping dan Nyubuk atau penggunaan topeng oleh masyarakat adat Lampung.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung Bobby Irawan mengatakan beberapa tahun silam dalam penyelenggaraan Festival Krakatau ada beberapa menu utama salah satunya adalah pawai budaya dengan pakaian adat, tanpa topeng karena masih menampilkan pawai gajah.

"Namun saat ini ada aturan ketat terkait tersebut, sehingga tema berubah," ujar Bobby Irawan, Jumat (4/7/2025) dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan seiring dengan perkembangan zaman, serta semakin banyak kreasi dalam pelaksanaan pawai budaya di Festival Krakatau.

Baca Juga:Ayah Bayi yang Dibuang di Ponpes Babul Hikmah Ditangkap! Identitas Pelaku Terungkap

Sejak 2023, pemerintah daerah mengusung budaya topeng Sekura yang berasal dari Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat, Tuping 12 karakter dari Kabupaten Lampung Selatan dan Nyubuk Muli adat dari suku Lampung Pepadun dalam kegiatan pawai budaya Krakatau Festival.

"Jadi budaya penutup wajah di Lampung ini dipilih sebagai tema selama beberapa tahun ini, karena kami mendapat masukan dari banyak pihak seperti penutur budaya dan sejarah. Sebab budaya topeng Lampung ini merupakan budaya yang kuat karakternya, serta cukup unik untuk diperkenalkan secara luas," katanya.

Bobby menjelaskan budaya topeng masyarakat Lampung dinilai berkarakter dan mengakar, sebab budaya warisan masyarakat adat tempo dulu masih tetap digunakan oleh masyarakat Lampung saat ini.

"Seperti Sekura ini ada di abad ke delapan, dan hingga saat ini di Lampung Barat masih dilestarikan oleh masyarakat. Di Indonesia memang banyak penggunaan topeng, namun hanya sebatas kesenian," ucap dia.

Bobby mengharapkan dengan terus mengusung budaya penggunaan topeng masyarakat Lampung melalui budaya Sekura, Tuping, dan Nyubuk, maka budaya topeng dapat menjadi warisan budaya yang dikenal secara luas.

Baca Juga:Lampung In: Aplikasi Andalan Lampung atau Sekadar Gimmick?

"Dalam penyelenggaraan Festival Krakatau di tahun mendatang diharapkan bisa meningkat tidak hanya dikenal secara nasional, tapi bisa mendunia dan budaya topeng ini bisa dikenal oleh secara global sebagai warisan budaya Lampung yang berkarakter serta lekat dengan sejarah masyarakat Lampung," tambahnya.

Diketahui rangkaian acara Festival Krakatau ke 34 di Lampung meliputi Festival Kanik'an, pameran pasar pariwisata dan produk UMKM ekonomi kreatif, lomba kreasi sambal Seruit Lampung, Lampung Mask Street Carnaval, Krakatau Run, dan malam pesona Kemilau K-Fest. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak