- Dua petani menemukan kerangka manusia di Hutan Tahura Wan Abdul Rachman, Pesawaran, pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Polisi mengamankan barang bukti berupa kaos hijau berlogo Pramuka dan mengevakuasi sisa kerangka ke Rumah Sakit Bhayangkara.
- Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri pakaian tersebut untuk segera melapor.
SuaraLampung.id - Niat hati memanen madu hutan, dua petani asal Desa Pampangan, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, justru dihadapkan pada pemandangan mengerikan.
Di balik tebing batu berketinggian 1.150 Meter di Atas Permukaan Laut (MDPL), kawasan Hutan Tahura Wan Abdul Rachman Register 19, Dusun Umbul Solo Sinar Baru, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran, mereka mendapati sesosok kerangka manusia yang terkubur dedaunan kering, Rabu (28/10/2026) siang.
Penemuan misterius ini bermula sekitar pukul 14.30 WIB. M. Ihsani (52) dan rekannya, Didi Hapana (42), awalnya mengira tumpukan putih di dasar tebing adalah bangkai hewan hutan biasa.
Rasa penasaran menuntun mereka mendekat. Namun, saat tumpukan daun disingkap, bulu kuduk keduanya meremang. Mereka melihat tengkorak dan tulang belulang manusia tergeletak.
Baca Juga:Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru
PS Kasat Reskrim Polres Pesawaran Iptu Apriyudi membenarkan adanya penemuan tengkorak manusia tersebut. Menurut hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jasad berstatus "Mr. X" itu diperkirakan hanya menyisakan sekitar 60 persen kerangka.
Di sekitar lokasi penemuan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting yang melekat pada tubuh korban. Di antaranya sehelai kaos lengan panjang berwarna hijau tua dengan logo tunas kelapa, identik dengan lambang gerakan Pramuka, serta potongan alas berwarna merah muda.
Kedua atribut ini kini menjadi kunci utama polisi untuk menelusuri jejak identitas korban.
"Kondisi jenazah sudah tidak utuh dan hanya tersisa tulang belulang di bawah tebing batu. Kami langsung bergerak mengamankan lokasi begitu menerima laporan dari warga dan kepala dusun setempat," terang Apriyudi, Kamis (29/10/2026).
Ketinggian lokasi dan medan hutan yang terjal memaksa tim gabungan, terdiri dari Tim Inafis Polres Pesawaran, Polsek Gedong Tataan, jajaran Polhut, serta warga lokal, berjibaku hingga larut malam.
Baca Juga:Modus Takedown Berita, Pria Mengaku Wartawan di Pesawaran Terjaring OTT saat Peras Kades
Jasad tanpa identitas tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke titik kumpul pada pukul 22.30 WIB, sebelum akhirnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung guna proses autopsi forensik dan identifikasi DNA.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat luas yang merasa kehilangan anggota keluarga, khususnya dengan ciri pakaian kaos lengan panjang hijau berlogo tunas kelapa, untuk segera melapor ke Polres Pesawaran atau kantor polisi terdekat guna membantu mengungkap teka-teki kematian korban.