- Bangunan Kopdes Merah Putih di Lampung Barat viral dan dicibir karena berada di jalan berlumpur.
- Kepala Desa Haryadi menyatakan lokasi tersebut merupakan jalur penghubung antar-pekon yang diapit permukiman warga.
- Kerusakan jalan disebabkan aktivitas motor trabas, sedangkan pembangunan gedung berasal dari tanah hibah warga.
SuaraLampung.id - Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pekon Marga Jaya, Kecamatan Pagar Dewa, Lampung Barat.
Proyek tersebut menuai cibiran warganet lantaran tampak terisolasi di rimbunnya perkebunan dan berdiri tepat di jalur trabas alias trek motor trail.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Peratin (Kepala Desa) Pekon Marga Jaya, Haryadi, meluruskan narasi liar yang beredar. Ia membantah keras anggapan bahwa fasilitas ekonomi desa itu dibangun secara asal-asalan di antah-berantah.
Haryadi menegaskan, lokasi tersebut sejatinya adalah jalur utama dan jalan penghubung lama antara Pekon Marga Jaya dengan Pekon Sidodadi yang diapit oleh permukiman warga.
Baca Juga:Sebulan Buron Usai Hajar Korban hingga Robek dan Todongkan Pisau, Petani di Belalau Diciduk Polisi
"Perlu diluruskan, lokasi ini bukan di tengah hutan tanpa akses. Ini jalur penghubung resmi antara Marga Jaya dan Sidodadi. Di kedua sisinya banyak permukiman warga, dan jaraknya ke jalan poros utama sebenarnya hanya sekitar 50 meter jika ada perhatian pengaspalan dari pemerintah daerah," tegas Haryadi.
Mengenai kondisi medan tanah berlumpur yang tampak seperti sirkuit motor trail ekstrem dalam video unggahan akun Instagram @mbahdjoyo_, Haryadi membeberkan fakta sesungguhnya.
Menurutnya, jalan tersebut awalnya tidak rusak parah, melainkan hancur tergerus aktivitas motor trabas yang kerap melintas tanpa kontrol.
"Jalan ini awalnya tidak rusak seperti itu. Akses ini hancur justru karena sering dijadikan perlintasan komunitas motor trabas, sehingga terbentuk kubangan dan jalur berlumpur," jelasnya dikutip dari Instagram @kodim0422lambar.
Terkait keputusan menempatkan Kopdes Merah Putih di titik tersebut, Haryadi menjelaskan bahwa langkah ini diambil secara musyawarah berdasarkan ketersediaan lahan sukarela dari warga setempat.
Baca Juga:Modus Kijang Angkut Ratusan Liter BBM Subsidi di Lampung Barat Terbongkar
Lahan tersebut merupakan tanah hibah murni yang diserahkan masyarakat demi memicu pemerataan pembangunan wilayah.
"Warga yang ikhlas menghibahkan tanahnya memang ada di lokasi ini. Harapan masyarakat sederhana, dengan hadirnya kantor Kopdes Merah Putih, jalur penghubung antar-pekon yang sempat terabaikan ini bisa kembali hidup, ramai, dan segera tersentuh perbaikan jalan secara permanen oleh Pemkab," tutup Haryadi.
Sebelumnya, video penampakan bangunan desa bercat merah-putih di jalanan bertanah becek tersebut viral di jagat maya, memicu ratusan komentar sinis warganet yang mempertanyakan studi kelayakan penempatan proyek.