- Tiga ratus lima puluh personel gabungan memadamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas pada 24 Oktober 2026.
- Titik terparah berada di Resor Cabang dengan medan ekstrem, jalur sungai, serta jarak sumber air yang jauh.
- Petugas membuat sumur bor darurat dan mengerahkan helikopter water bombing guna mencegah api meluas ke habitat satwa.
SuaraLampung.id - Pertempuran melawan kobaran api di jantung Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kian sengit. Sebanyak 350 personel gabungan dari TNI, Polri, Polhut, hingga Brigade Manggala Agni kini terus berjibaku menembus lebatnya vegetasi hutan demi memadamkan api yang melalap kawasan konservasi tersebut.
Tak hanya mengandalkan sapuan air dari helikopter (water bombing) di udara, pertarungan paling berat justru dihadapi oleh pasukan darat yang harus menaklukkan medan ekstrem di pedalaman hutan.
Kepala BPBD Lampung Timur, Muhammad Ridwan, membeberkan bahwa titik kebakaran terparah saat ini terkonsentrasi di Resor Cabang, wilayah perbatasan antara Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah.
Di lokasi ini, api berkobar di tiga titik berbeda yang berada persis di tengah rimba dengan tingkat kerapatan pohon yang sangat tinggi. Untuk mencapai garis api di Resor Cabang, para personel harus menempuh rute yang nyaris mustahil.
Baca Juga:Asap Tebal Kepung Tol Bakter KM 132 hingga Picu Kecelakaan, Pengelola Buka Suar
"Medan paling berat ada di Resor Cabang. Petugas harus menembus jalur sungai menggunakan perahu, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki berkilometer membawa peralatan di tengah hutan yang sangat lebat," ungkap Ridwan, Kamis (24/10/2026).
Tantangan tak berhenti pada akses jalan. Pasukan pemadam juga harus berkejaran dengan waktu di tengah kelangkaan air.
Sumber air terdekat, yakni Sungai Way Pegadungan, berjarak antara 1,5 hingga 3 kilometer dari kobaran api—jarak yang sangat menguras tenaga jika harus ditarik menggunakan selang konvensional.
Guna mengatasi dahaganya selang pemadam, tim gabungan kini mengambil langkah darurat dengan mengebor sumur darurat di sekitar titik kebakaran.
"Kami sedang membuat sumur bor langsung di dekat lokasi. Dari pihak BPBD Lampung Timur sendiri terus menyuplai logistik makanan, tandon portabel, dan armada selang air untuk mendukung daya tahan personel di garda depan," imbuh Ridwan.
Baca Juga:Terbangun Suara Gemuruh, Karyawan Mebel di Sukadanaham Syok Lihat Api Lahap Gudang Rp200 Juta
Selain Resor Cabang, api sebelumnya juga sempat membakar satu area di Resor Toto Projo, Kabupaten Lampung Timur. Meski api di Toto Projo telah berhasil dilokalisasi dan relatif terkendali, petugas tetap bersiaga mengantisipasi munculnya titik api baru akibat embusan angin kencang.
Hingga saat ini, operasi gabungan operasi darat dan bombardir air dari udara masih terus dipacu sebelum bara api kian merangsek dan mengancam habitat satwa langka penghuni Taman Nasional Way Kambas. (ANTARA)