- Seorang siswa mengancam rekannya menggunakan senjata tajam jenis badik saat cekcok di Bimbel Patriot Muda pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Polsek Tanjung Karang Barat segera menggerebek lokasi dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan setelah menerima laporan darurat warga pukul 13.13 WIB.
- Polisi membawa pelaku beserta barang bukti badik ke mapolsek untuk pemeriksaan mendalam setelah korban membuat laporan resmi.
SuaraLampung.id - Suasana bimbingan belajar (bimbel) di Bimbel Patriot Muda, Jalan Maulana Yusuf, Kelurahan Palapa, Tanjung Karang Pusat, mendadak mencekam pada Rabu siang (21/10/2026).
Adu mulut antarsiswa les di lembaga persiapan kedinasan tersebut nyaris berujung petaka setelah salah seorang peserta nekat menghunus senjata tajam jenis badik untuk mengancam rekannya.
Aksi berbahaya di lingkungan pendidikan ini langsung direspons cepat oleh aparat Polsek Tanjung Karang Barat usai menerima laporan darurat dari masyarakat melalui panggilan Call Center 110 sekitar pukul 13.13 WIB.
Tak butuh waktu lama, personel kepolisian langsung menggerebek lokasi kejadian dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan, lengkap dengan barang bukti sebilah badik yang sempat digunakannya untuk mengintimidasi korban.
Baca Juga:Terbangun Suara Gemuruh, Karyawan Mebel di Sukadanaham Syok Lihat Api Lahap Gudang Rp200 Juta
Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Martoyo, mengonfirmasi insiden tersebut. Pihaknya bergerak kilat guna meredam situasi agar keributan antarpelajar ini tidak menelan korban jiwa.
"Begitu laporan masuk via 110, tim langsung meluncur ke TKP. Terduga pelaku pengancaman beserta barang bukti badik sudah berhasil kami amankan ke mapolsek untuk proses pemeriksaan mendalam oleh Unit Reskrim," tegas Martoyo, Rabu (21/10/2026).
Hingga saat ini, penyidik masih memeriksa motif di balik kenekatan pelaku membawa senjata tajam ke tempat bimbingan belajar.
Sementara itu, korban yang tidak terima atas perlakuan tersebut telah melayangkan laporan resmi ke kepolisian dengan menyertakan sejumlah saksi mata yang melihat aksi penodongan tersebut.
Belajar dari insiden ini, Martoyo mengapresiasi kesigapan warga yang berani melapor ke saluran resmi kepolisian dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan darurat bebas pulsa 110.
Baca Juga:Pakai Uang Istri untuk Selingkuh, Suami di Bandar Lampung Bikin Sandiwara Kena Todong Senpi
"Setiap potensi gesekan atau gangguan keamanan sekecil apa pun akan kami tindak lanjuti secara tegas. Kami minta masyarakat segera lapor agar aksi premanisme maupun kriminalitas bisa dicegah sedini mungkin," pungkasnya.