- Jumlah siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Lampung melonjak dari 71 menjadi 316 murid pada tahun kedua.
- Lonjakan siswa tersebut menyebabkan fasilitas kesehatan dan transportasi di sekolah Desa Purwotani menjadi kewalahan.
- Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyatakan siap memberikan bantuan logistik dan tenaga medis darurat.
SuaraLampung.id - Lonjakan signifikan peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Lampung memicu kebutuhan mendesak akan fasilitas keselamatan.
Memasuki tahun kedua operasional, jumlah siswa meroket tajam lebih dari empat kali lipat, dari 71 orang menjadi 316 murid.
Ledakan populasi siswa ini praktis membuat fasilitas pendukung di sekolah yang berlokasi di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan tersebut kewalahan, terutama pada sektor layanan kesehatan dan transportasi.
Kepala SRT 3 Lampung, Asis Prasetyo, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan ratusan siswa kini menjadi taruhan jika tidak segera diimbangi dengan infrastruktur memadai. Pihaknya secara terbuka meminta intervensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.
Baca Juga:Sebulan Buron Usai Hajar Korban hingga Robek dan Todongkan Pisau, Petani di Belalau Diciduk Polisi
"Kebutuhan paling prioritas saat ini adalah tenaga kesehatan yang bersiaga di klinik sekolah untuk pertolongan pertama, serta unit ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat," tegas Asis, Rabu (21/10/2026).
Selain urusan medis, Asis juga menyoroti ketiadaan kendaraan operasional untuk mobilitas para siswa, yang mayoritas membutuhkan akses transportasi aman menuju sekolah.
Merespons kebutuhan tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, langsung pasang badan. Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan siap mengucurkan dukungan logistik sesuai kapasitas yang ada.
“Apa yang bisa kita bantu, tentu akan kita bantu. Pemkab hadir untuk memastikan anak-anak ini tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga terlindungi keselamatan dan kenyamanannya,” ujar Radityo.
Radityo menambahkan, pihaknya segera menerjunkan tim untuk berkoordinasi langsung dengan pihak SRT 3. Langkah ini diambil guna memetakan kebutuhan paling mendesak, terutama alokasi tenaga medis dan skema bantuan transportasi, agar proses belajar mengajar ratusan siswa tidak terganggu. (ANTARA)
Baca Juga:Pintu Didobrak Polisi, Penipu Modus Lolos Honorer Pemkot Balam Ketahuan Ngumpet di Bawah Meja