- Nelayan bernama Sahroni hilang di perairan Labuhan Jukung setelah perahunya ditemukan terbalik pada Senin, 19 Oktober 2023.
- Tim SAR gabungan mengerahkan perahu karet dan menyisir area laut serta pantai untuk mencari korban hingga sore hari.
- Pencarian hari pertama dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan dilanjutkan kembali keesokan paginya dengan area lebih luas.
SuaraLampung.id - Niat mengais rezeki di waktu subuh berujung petaka. Sahroni (45), seorang nelayan asal Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, dilaporkan hilang setelah perahunya ditemukan terbalik dan terombang-ambing tanpa awak di perairan Pantai Labuhan Jukung, Senin (19/10/2023).
Peristiwa kelam ini pertama kali terendus sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang nelayan lokal, Fahturanman, terkejut saat mendapati sebuah perahu jukung dalam posisi terbalik di tengah laut.
Setelah didekati, perahu tersebut dipastikan milik Sahroni yang melaut sejak fajar, namun sang pemilik sudah tak ada di tempat.
Mendapat laporan genting dari BPBD Pesisir Barat pada pukul 11.09 WIB, Tim Rescue Unit Siaga SAR langsung bergerak kilat ke lokasi kejadian untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Baca Juga:Lambaian Tangan Terakhir di Tengah Ganasnya Ombak, Pria Pesisir Barat Ditemukan Tewas
Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat, Ari Wiranata, mewakili Kepala Basarnas Lampung, menegaskan bahwa tim gabungan langsung menyisir perairan menggunakan rubber boat dan jukung nelayan.
"Fokus penyisiran dilakukan di sekitar titik dugaan jatuhnya korban hingga radius dua mil laut, ditambah penyisiran garis pantai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan," ungkap Ari.
Operasi penyelamatan ini berjalan dramatis. Tim SAR gabungan harus bertaruh nyawa melawan alam. Gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2,5 meter dan guyuran hujan deras di perairan Labuhan Jukung menjadi dinding penghalang utama proses pencarian.
Ketiadaan saksi mata yang melihat langsung detik-detik insiden membuat tim harus memperhitungkan pola arus secara ekstra hati-hati guna memetakan arah hilangnya korban.
Operasi hari pertama yang melibatkan sinergi Basarnas, BPBD, Polairud, Polsek, Koramil, Puskesmas, serta relawan nelayan terpaksa dihentikan sementara menjelang petang.
Baca Juga:Sempat Lambaikan Tangan, Pria di Pesisir Barat Hilang Ditelan Ombak Ganas 4 Meter
Pencarian hari kedua direncanakan kembali digeber pada Selasa (20/10/2026) pagi pukul 07.00 WIB dengan skala penyisiran yang diperluas.
Menyikapi insiden ini, Basarnas Lampung kembali mengeluarkan peringatan keras bagi para nelayan agar tidak meremehkan cuaca buruk dan wajib mengenakan alat keselamatan (life jacket) sebelum melaut.
Bagi masyarakat atau nelayan yang melihat tanda-tanda keberadaan korban, dimohon segera menghubungi Basarnas melalui emergency call 115 atau Contact Center Basarnas Lampung di nomor 0821-8004-8006.