SuaraLampung.id - Sepanjang tahun 2021, Balai Karantina Pertanian Lampung mencatat nilai ekspor komoditas pertanian di Lampung mencapai Rp14,1 triliun.
"Dalam kurun waktu empat tahun dari 2018-2021, ekspor komoditas pertanian asal Lampung meningkat 233 persen," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Lampung Muh Jumadh di Bandarlampung, Jumat.
Pergerakan ekspor pertanian dari Lampung dalam kurun waktu empat tahun terakhir yakni di 2018 mencapai Rp5 triliun, 2019 Rp8,1 triliun, 2020 Rp10 triliun, dan 2021 Rp14,1 triliun.
"Sebagaimana arahan pemerintah pusat terkait program tiga kali lipat ekspor, harapan kita dalam waktu dekat ini bisa mencapai tiga kali lipat ekspor dan bahkan di akhir 2024 kita bisa lebih dari itu," ujarnya.
Baca Juga:8 Personel Polresta Bandar Lampung Dipecat Selama 2021, Ada yang Terlibat Perampokan
Komoditas pertanian yang diekspor tersebut terdiri atas hortikultura, perkebunan, pangan, kehutanan dan lain-lain seperti kopi biji, tepung tapioka, palm kernel expeller, minyak sawit mentah, lada biji, nanas, dan cabai jawa.
"Komoditas pertanian asal Lampung ini diekspor ke berbagai negara di antaranya, China, New Zealand, Spanyol, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Australia, India, Maroko, Prancis, Rusia, Pakistan, maupun Jerman," kata dia.
Balai Karantina Pertanian tengah fokus mendorong komoditas unggulan lain di Lampung untuk diekspor ke mancanegara.
"Nanti tak hanya volume ekspor yang ditingkatkan, namun juga peningkatan jumlah negara tujuan, sesuai dengan yang digaungkan oleh Kementerian Pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks)," katanya.
Badan Karantina Pertanian Lampung mencatat sertifikasi ekspor yang dilakukan pihaknya naik 1,67 persen jika dibandingkan tahun 2020.
Baca Juga:Anggota Babinsa TNI di Lampung Tengah Dianiaya Dua Warga Sipil
Menjelang penghujung tahun 2021 ini, Lampung menyumbang nilai ekspor Rp674,4 miliar dengan volume 85,04 ton dalam acara Gebyar Ekspor yang dilakukan serentak di 34 provinsi dengan total nilai Rp14,4 triliun dan volume 1,3 juta ton.
Komoditas pertanian tersebut di antaranya biji kopi, minyak sawit, biji lada, nanas irisan, tepung tapioka, santan kelapa, buah pisang, kelapa parut, sabut kelapa, kayu manis, lengkuas, dan asam kranji yang dikirim ke 63 negara tujuan. (ANTARA)