alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Festival Tanam Mina Padi, Kenalkan Pertanian kepada Milenial Lampung

Tasmalinda Senin, 06 Desember 2021 | 11:00 WIB

Festival Tanam Mina Padi, Kenalkan Pertanian kepada Milenial Lampung
Komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) Provinsi Lampung gelar Festival Mina Padi [TimesIndonesia]

Festival Tanam Mina padi yang diselenggarakan di Kota Metro, Lampung.

SuaraLampung.id - Provinsi Lampung dinilai mampu menjaga produktivitas selama masa pandemi ini. Hal ini dibuktikan dengn produksi yang mencapai 2,6 juta ton.

Festival Tanam Mina Padi di Kampung Peng-Angguran, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Provinsi Lampung digelar sebagai semangat mempertahankan lokomotif pertanian di Indonesia.

Festival ini digelar di atas lahan pertanian dengan konsep mina padi. Melansir timeindonesia.co.id- jaringan Suara.com, konsep usaha tani gabungan atau combined farming yang memanfaatkan genangan air sawah, yang ditanami padi sebagai kolam guna budidaya yang memaksimalkan hasil tanah sawah.

Mina padi dengan demikian, meningkatkan efisiensi lahan. Satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian.

Baca Juga: Tiga Kabupaten dan Kota di Lampung Ini Tercatat Tak Ada Usaha Pertambangan

”Lampung sudah dikenal sebagai lokomotif pertanian nasional. Festival Tanam Mina Padi ini untuk menanamkan semangat kepada para petani milenial untuk bisa kreatif dan inovatif dalam mengembangkan sektor pertanian,” kata Koordinator Komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) Provinsi Lampung, Sumarsono, Minggu (5/12/2021).

Program mina padi dapat meningkatkan pendapatan petani. Sebab, selain memiliki penghasilan dari komoditas pertanian, petani juga memiliki penghasilan dari komoditas perikanan.

"Dengan mina padi, biaya tanam bisa ditekan. Begitu juga dengan pakan ikan. Karena ada hubungan mutualisme di sana. Misal, telur hama padi akan menjadi konsumsi ikan dan kotoran ikan akan menjadi penyubur padi,” ungkapnya.

Dalam festival itu, Sumarsono yang juga Ketua DPRD Lampung Tengah tersebut juga berkesempatan untuk menanam bibit unggul lokal Lampung, yakni MSP 13-b dengan perlakuan organik.

"Lampung adalah tempat yang kaya. Tanahnya subur alamnya indah, kami bangga dengan hasil bumi ini," ungkap pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Jalani Sidang Perdana Perkara Suap Lampung Tengah Hari Ini

"Paling penting diperhatikan adalah media tumbuh. Ketika tanah bagus, maka kualitas tanam bisa unggul bisa tahan hama dan penyakit. Hasil otomatis akan mengikuti," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait