Harga Cabai Caplak Tinggi, Penjual Ayam Geprek Pilih Tutup Usaha

harga cabai caplak naik saat akan membeli, Nurjanah, pemilih usaha ayam geprek, kaget.

Wakos Reza Gautama
Kamis, 11 Maret 2021 | 09:54 WIB
Harga Cabai Caplak Tinggi, Penjual Ayam Geprek Pilih Tutup Usaha
Ilustrasi penjualan cabai. Harga cabai caplak di pasar di Bandar Lampung naik. [Suara.com/Emi La Palau]

Ia menjelaskan cabai caplak mengalami kenaikan antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Dua hari yang lalu, harga cabai caplak di pasar Jatimulyo tersebut antara Rp70 ribu hingga Rp80 ribu/kg.

"Jadi sekarang ini Rp120 ribu sampai Rp130 ribu/kg," katanya.

Menurut Asep, naiknya bahan pokok utama tersebut dikarenakan seringnya turun hujan sehingga minim pasokan stok dari petani.

Selain itu, lanjut dia, ditambah akan masuknya bulan puasa juga merupakan salah satu faktor naiknya harga cabai rawit tersebut.

Baca Juga:Wartawati di Bandar Lampung Rasakan Pusing setelah Divaksin Covid-19

"Yang sudah pasti hujan dan stok minim. Jatah saya berkurang biasanya ratusan kilogram ini cuma dapat 50 kilogram. Tapi kalau harga cabai rawit, merah, hijau, dan lainnya normal," kata dia lagi.

Hal yang sama dikatakan Sugeng, salah satu pedagang sayuran di Pasar Waykandis Bandarlampung. Sugeng terpaksa harus menerima jatah pengambilan cabainya berkurang di Pasar Jatimulyo.

"Di Pasar Jatimulyo nya mas stok nya minim, jadi kita tidak bisa ambil seperti biasanya," katanya.

Sugeng sendiri lebih mengutamakan menjual cabai caplak dengan porsi 0,25 kg. Hal itu ia lakukan agar dapat sedikit untung sehingga ia dapat kembali mengambil cabai caplak di pasar-pasar lain.

"Kalau langsung kiloan susah, kadang untung nya juga tipis. Karena stok minim, jadi saya jual 0,25 kkg," katanya lagi.

Baca Juga:Lansia di Bandar Lampung Masih Bingung Ikut Vaksinasi Covid-19

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini