- Kemacetan parah terjadi di Pelabuhan Bakauheni Lampung akibat lonjakan ribuan truk angkutan barang pasca-Lebaran.
- Antrean truk dilaporkan mencapai tujuh kilometer di Jalinsum dan melumpuhkan Tol Trans Sumatra sepanjang tiga kilometer.
- Sistem pengalihan ke pelabuhan alternatif gagal karena sopir cenderung memilih tetap menuju Bakauheni untuk menyeberang.
SuaraLampung.id - Kemacetan parah kembali terjadi di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Ribuan truk angkutan barang memadati jalur menuju pelabuhan hingga menyebabkan antrean panjang yang tak biasa.
Bukan hanya di jalan nasional, kepadatan juga merembet ke ruas Tol Trans Sumatra. Situasi ini disebut sebagai salah satu kemacetan terparah pasca arus balik Lebaran 2026.
Berikut fakta-fakta penting yang perlu diketahui.
1. Ribuan Truk Padati Akses Menuju Pelabuhan
Lonjakan kendaraan didominasi truk angkutan barang yang bergerak secara bersamaan menuju Pelabuhan Bakauheni.
Volume kendaraan yang tinggi membuat arus lalu lintas tidak mampu menampung, hingga akhirnya terjadi penumpukan di berbagai titik.
2. Jalinsum Macet hingga 7 Kilometer
Kemacetan terparah terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar 7 kilometer, dengan kondisi lalu lintas merayap bahkan sempat berhenti total.
3. Tol Trans Sumatra Ikut Lumpuh
Baca Juga: Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
Tak hanya jalur biasa, kemacetan juga terjadi di Tol Trans Sumatra. Antrean kendaraan di tol mencapai sekitar 3 kilometer, menunjukkan dampak kemacetan sudah meluas ke berbagai jalur utama.
4. Dipicu Lonjakan Truk Usai Arus Balik Lebaran
Kemacetan ini terjadi setelah berakhirnya pembatasan operasional truk selama periode Lebaran.
Ribuan truk yang sebelumnya tertahan akhirnya bergerak dalam waktu bersamaan, menciptakan efek “ledakan” kendaraan di satu waktu.
5. Sopir Tolak Dialihkan ke Pelabuhan Alternatif
Upaya pengalihan arus ke pelabuhan lain tidak berjalan efektif.
Tag
Berita Terkait
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
Belum Usai! H+7 Lebaran Bakauheni Masih Padat, 30 Persen Pemudik Ternyata Belum Kembali
-
Puluhan Ribu Motor Padati Arus Balik Bakauheni, Risiko Kelelahan Meningkat Jelang Puncak 28-29 Maret
-
Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Penyekatan Ketat di Perbatasan Lampung: Polisi Persempit Ruang Gerak Eksekutor Bripka Arya Supena
-
Rumah Subsidi FLPP di Lampung: Rp169,5 Miliar Mengalir, 1.413 Warga Kini Punya Atap Sendiri
-
COD via DM IG: Mahasiswa Bandar Lampung Tewas Mengenaskan Usai Tawuran 2 Geng
-
Pajak Tumbuh 22 Persen, Sektor Perdagangan dan Otomotif Topang Napas Ekonomi Lampung-Bengkulu
-
Siasat Mafia Solar di Bandar Lampung: Gunakan 36 Plat Nomor Palsu Kuras 5 Ton BBM Subsidi Sehari