- Kemacetan parah terjadi di Pelabuhan Bakauheni Lampung akibat lonjakan ribuan truk angkutan barang pasca-Lebaran.
- Antrean truk dilaporkan mencapai tujuh kilometer di Jalinsum dan melumpuhkan Tol Trans Sumatra sepanjang tiga kilometer.
- Sistem pengalihan ke pelabuhan alternatif gagal karena sopir cenderung memilih tetap menuju Bakauheni untuk menyeberang.
Banyak sopir memilih tetap menuju Bakauheni karena pengalaman sebelumnya yang dianggap tidak pasti saat dialihkan ke lokasi lain.
6. Sopir Terjebak Berhari-hari, Kelelahan
Kondisi di lapangan tidak hanya soal macet, tetapi juga menyangkut kondisi sopir. Sebagian sopir dilaporkan sudah menunggu berhari-hari untuk bisa menyeberang, menghadapi antrean panjang dengan kondisi terbatas.
7. Polisi Kewalahan Atur Lalu Lintas
Aparat kepolisian terlihat kesulitan mengurai kepadatan kendaraan. Meski dilakukan pengaturan dan pengalihan ke kantong parkir, volume kendaraan yang terlalu besar membuat situasi tetap padat dan sulit dikendalikan.
Kemacetan di Bakauheni bukan hanya berdampak pada lalu lintas, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang antar wilayah.
Keluhan sopir dan pelaku usaha pun muncul, terutama terkait kebijakan pembatasan truk selama Lebaran yang dinilai memicu penumpukan kendaraan.
Jika tidak segera diantisipasi, kondisi seperti ini bisa kembali terulang setiap musim mudik dan arus balik.
Baca Juga: Belum Balik Kerja? Ini 7 Tempat Wisata di Lampung yang Justru Sepi Setelah Lebaran
Tag
Berita Terkait
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
Belum Usai! H+7 Lebaran Bakauheni Masih Padat, 30 Persen Pemudik Ternyata Belum Kembali
-
Puluhan Ribu Motor Padati Arus Balik Bakauheni, Risiko Kelelahan Meningkat Jelang Puncak 28-29 Maret
-
Arus Mudik Memuncak, 45 Kapal Menumpuk di Bakauheni dan Tak Bisa Langsung Sandar
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
3 Tahun Hidup Serumah dengan Predator: Evakuasi Buaya 2,7 Meter di Balam Berlangsung Dramatis
-
Polres Metro Bongkar Praktik Bisnis Gelap Solar Subsidi: Modus Borong SPBU untuk Ditimbun
-
Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping
-
Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal
-
Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas