- Ratusan warga tiga kampung menyerang dan merusak kompleks PT Bumi Sentosa Abadi di Lampung Tengah pada Rabu, 12 Agustus 2028.
- Konflik agraria yang berlarut-larut menjadi pemicu utama aksi perusakan dan pembakaran aset perusahaan tersebut.
- Aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan mendinginkan situasi.
SuaraLampung.id - Suasana di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, mencekam, Rabu (12/8/2028). Ratusan warga dari tiga kampung bergerak, membawa kegelisahan atas sengketa lahan yang puncaknya pecah dalam amukan api di kompleks PT Bumi Sentosa Abadi (BSA).
Kini, kantor perusahaan tersebut tak lagi nampak seperti biasa. Garis polisi melintang kuning, memagari puing-puing aset yang hangus dan rusak.
Di balik garis itu, ratusan personel gabungan, mulai dari Brimob Polda Lampung, Direktorat Samapta, hingga unsur TNI, berjaga dengan siaga penuh. Mereka berdiri sebagai tembok pemisah agar bara konflik tidak kembali menyala.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menegaskan bahwa kehadiran pasukan besar-besaran ini untuk mendinginkan situasi yang sempat mendidih.
"Jangan jadikan kami sebagai lawan masyarakat. Kami di sini untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah aksi lanjutan yang merugikan semua pihak," ungkap Charles.
Ketegangan ini bukan tanpa sebab. Persoalan lahan yang berlarut-larut memicu gelombang massa yang tak terbendung. Namun, kekerasan yang terjadi justru menyisakan pekerjaan rumah baru bagi aparat penegak hukum.
Pimpinan tertinggi kepolisian di daerah, Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, bahkan turun langsung ke lokasi bersama jajaran pejabat utama.
Kehadiran jenderal bintang dua ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk meredam eskalasi dan memastikan aturan main tetap tegak di tengah konflik agraria ini.
Di sela-sela puing yang masih diperiksa petugas, Charles terus mengingatkan warga untuk menahan diri. Ia meminta masyarakat tidak menerobos garis polisi yang telah terpasang, demi kelancaran penyelidikan untuk mengungkap dalang di balik perusakan tersebut.
Baca Juga: Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi
"Mari kita jaga situasi tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan," tambahnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sandiwara Begal Sadis Way Pengubuan Berakhir di Jeruji Besi
-
Ibu Muda di Lampung Tengah Raup Ratusan Juta dari Bisnis Elektronik Bodong
-
Sopir Tangki CPO Gelapkan Muatan dengan Modus 'Kencing' di Jalan Trimurjo
-
Tiga Hari Hilang Tanpa Jejak, Gadis 14 Tahun di Lampung Tengah Ditemukan di Rumah Kontrakan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Maut di Ujung Penolakan: Saat Ajakan Rujuk Berujung Penembakan Mantan Istri di Mesuji
-
Operasi Kilat 24 Jam: Polda Lampung Sapu Bersih 41 Bandit, 86 Titik Kejahatan Terbongkar
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak