- Tim Tekab 308 Polsek Trimurjo menangkap sopir AK bersama dua rekannya di Lampung Tengah pada Senin (27/7/2026).
- Ketiga pelaku kedapatan memindahkan minyak sawit mentah secara ilegal dari truk tangki ke dalam puluhan jeriken.
- Polisi menyita truk tangki, mobil pikap, dan jeriken berisi CPO, sehingga perusahaan mengalami kerugian jutaan rupiah.
SuaraLampung.id - Truk tangki Hino milik PT Sutomo Agrindo Mas yang seharusnya meluncur ke tujuan, justru menepi di lokasi yang tak semestinya di Kampung Pujokerto, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah.
Bukan untuk beristirahat, sang sopir ternyata sedang menjalankan aktivitas ilegal yang akrab disebut "kencing" di kalangan dunia transportasi logistik yakni memindahkan muatan minyak sawit mentah (CPO) secara ilegal.
Nahas bagi AK (25), sang sopir truk asal Metro Utara. Aksinya yang rapi selama ini tercium oleh tim elit Tekab 308 Presisi Polsek Trimurjo.
Saat sedang asyik menyedot CPO dari tangki ke dalam jeriken-jeriken kecil, ia tak menyadari bahwa petugas kepolisian sudah mengintai gerak-geriknya.
Tak sendirian, AK dibantu oleh dua rekannya, WA (29) dan FA (22). Ketiganya tampak sibuk mengoperasikan selang penyedot dan corong, memindahkan CPO ke dalam 30 jeriken yang sudah disiapkan di atas sebuah mobil pikap.
"Para pelaku kami amankan saat kedapatan sedang memindahkan minyak CPO dari mobil tangki ke dalam jeriken di lokasi kejadian," ungkap Kapolsek Trimurjo, AKP Admar, Senin (27/7/2026).
AK, yang diberi mandat dan kepercayaan oleh PT Sutomo Agrindo Mas untuk mengantar muatan bernilai tinggi, justru mengkhianati jabatan tersebut demi keuntungan pribadi.
Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita barang bukti yang cukup mencolok: satu unit truk tangki Hino, satu unit mobil pikap, selang penyedot, ember, teko, hingga 13 jeriken yang sudah terisi penuh oleh CPO hasil penggelapan. Akibat aksi nekat ini, perusahaan ditaksir mengalami kerugian jutaan rupiah.
Ketiga pelaku beserta seluruh peralatan "kencing" mereka telah dikandang di sel tahanan Polsek Trimurjo. Langkah cepat Tekab 308 ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para mafia CPO di wilayah Lampung Tengah.
Baca Juga: Drama Sandiwara Dua Sopir Penggelap Sapi Berakhir di Tangan Polsek Panjang
Atas perbuatannya, para pelaku bakal dijerat dengan pasal berlapis mengenai penggelapan dalam jabatan dan penadahan sebagaimana diatur dalam KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka
-
Angkut 8.400 Liter Solar Subsidi, Sindikat BBM Lintas Provinsi Digulung di Lampung Selatan
-
Bawa Kabur Gadis Bawah Umur Tengah Malam Lalu Sebar Videonya, Pemuda di Mesuji Diciduk Polisi
-
Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta
-
Wajah Baru Bandar Lampung: Proyek Jalan Beton dan Trotoar Megah Dikebut!