- AD menipu AT dengan modus penyediaan tenaga kerja fiktif melalui Facebook pada Maret 2026 di Lampung Tengah.
- Pelaku berhasil meraup keuntungan Rp22 juta lebih dari korban melalui permintaan dana operasional secara bertahap.
- Polisi menangkap AD pada Juli 2026 setelah korban melaporkan penggelapan dana dan ketidakhadiran para pekerja tersebut.
SuaraLampung.id - Media sosial sering kali menjadi oase bagi para pencari kerja maupun pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja. Namun, di tangan AD (32), Facebook justru berubah menjadi jaring untuk menjerat korban dengan janji-janji manis yang berujung pahit.
Kisah ini bermula pada Maret 2026. AT (44), seorang warga Way Pengubuan, Lampung Tengah, yang sedang mencari tenaga tebang tebu untuk kebutuhan sebuah perusahaan di Way Kanan, mencoba peruntungannya dengan mengunggah lowongan di Facebook. Tak butuh waktu lama, umpan itu disambar oleh AD.
Dengan gaya meyakinkan, AD mengaku sebagai kepala rombongan yang membawahi 19 pekerja siap tempur. Ia bukan sekadar menawarkan jasa, melainkan sebuah solusi lengkap yang tampak profesional. Namun, di balik profil media sosialnya, AD sedang menyusun skenario penggelapan yang rapi.
Strategi AD tergolong cerdik. Ia tidak meminta uang dalam jumlah besar sekaligus agar korban tidak curiga. Secara perlahan namun pasti, ia mempreteli isi dompet AT dengan berbagai alasan yang terdengar masuk akal dalam dunia kerja lapangan.
"Pelaku meminta uang secara bertahap. Mulai dari uang kontrak kerja, penambahan personel, biaya kebutuhan keluarga pekerja yang ditinggalkan, hingga biaya pembuatan golok dan transportasi keberangkatan," ungkap Kapolsek Seputih Mataram, AKP Junaidi, Jumat (10/7/2026).
Total dana yang mengalir ke rekening AD mencapai Rp22 juta lebih. Namun, saat hari keberangkatan yang dijanjikan tiba, pasukan tebang tebu yang berjumlah 19 orang itu tak pernah menampakkan batang hidungnya. AD pun mendadak hilang bak ditelan bumi. Ponselnya mati, pesannya tak lagi berbalas.
Setelah merasa dipermainkan oleh AD tersebut, AT akhirnya menempuh jalur hukum. Laporannya segera direspons oleh Tim Tekab 308 Presisi Polsek Seputih Mataram.
Penyelidikan intensif yang dilakukan polisi akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa (7/7/2026) sore, pelarian AD berakhir. Polisi mengepung kediamannya di Kampung Bumi Setia Mataram dan meringkusnya tanpa perlawanan.
Di sana, polisi juga mengamankan tumpukan kuitansi, bukti transfer, dan rekening koran yang menjadi saksi bisu aksi tipu-tipunya.
Baca Juga: Gadis Lampung Tengah Dihamili Ayah Kandung, Alami Kekerasan Sejak SD
"Saat ini, pelaku berikut barang bukti telah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut," tambah AKP Junaidi.
Kini, AD harus mendekam di balik jeruji besi dengan jeratan Pasal 492 dan atau Pasal 486 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.
Kapolsek mengimbau agar siapa pun tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan atau penyediaan tenaga kerja yang hanya berbekal komunikasi di media sosial.
"Lakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan mudah mentransfer uang sebelum memastikan identitas dan legalitas pihak tersebut," tutup AKP Junaidi.
Berita Terkait
-
Gadis Lampung Tengah Dihamili Ayah Kandung, Alami Kekerasan Sejak SD
-
Muslihat Buang Air Kecil: Petaka Kencan Facebook Berujung Perampokan di Lampung Tengah
-
Aksi Kilat Tekab 308 Temukan Mobil Paket yang Dicuri di Lampung Tengah
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Misi Pasukan Langit di Way Kambas: TNI Terjun Bebas Demi Jinakkan Bara Tersembunyi
-
Detik-detik Bandit Lampung Utara Tewas Usai Tembak 3 Polisi
-
Baku Tembak di Lampung Utara: 3 Polisi Terluka, Bandar Narkoba Tewas
-
Siapa Dalang di Balik Kebakaran Way Kambas? Polda Lampung Incar Potensi Kelalaian Korporasi
-
Misi Darurat di Jantung Way Kambas: Tim Alfa TNI Terjun Jinakkan Api