- Seorang gadis remaja berusia 14 tahun asal Lampung Tengah dilaporkan hilang sejak beberapa hari sebelum ditemukan petugas.
- Petugas menemukan korban bersama remaja pria berinisial MR di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Punggur pada 12 Juli 2026.
- Pelaku MR mengakui telah melakukan perbuatan asusila dan kini ditahan di Mapolsek Punggur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
SuaraLampung.id - Kecemasan melanda sebuah keluarga di Lampung Tengah ketika anak perempuan mereka yang baru berusia 14 tahun tak kunjung pulang. Sejak hari itu, setiap detik terasa amat panjang bagi orang tua yang kehilangan buah hatinya tanpa kabar.
Laporan resmi segera dilayangkan ke Polsek Punggur. Tim Tekab 308 Presisi pun bergerak cepat menyisir setiap informasi, sementara pihak keluarga terus menyusuri sudut-sudut jalan dengan harapan tipis untuk menemukan titik terang.
Tiga hari berselang, tepatnya pada Minggu (12/7/2026), misteri hilangnya gadis remaja tersebut akhirnya terpecahkan.
Informasi masyarakat membawa petugas dan keluarga ke sebuah rumah kontrakan di Kampung Tanggul Angin, Kecamatan Punggur.
Di balik pintu kontrakan yang tertutup itu, petugas menemukan korban sedang bersama seorang remaja pria berinisial MR (17).
Alih-alih menemukan kabar bahagia, sebuah kenyataan pahit justru terungkap. Dari hasil pemeriksaan awal, MR yang tercatat sebagai warga Bangun Rejo, Gunung Sugih, mengakui telah melakukan perbuatan asusila terhadap korban selama mereka bersama.
Kapolsek Punggur, Iptu Harizal mengonfirmasi penangkapan tersebut. Penemuan ini langsung disusul dengan pengamanan pelaku ke Mapolsek Punggur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Saat ditemukan, keduanya berada di dalam kontrakan. Pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban," tegas Iptu Harizal pada Selasa (14/7/2026).
Meski pelaku sendiri masih tergolong usia remaja, hukum tidak pandang bulu dalam melindungi hak anak di bawah umur.
Baca Juga: Akhir Pelarian Penipu Tenaga Kerja di Lampung Tengah
MR kini harus menghadapi konsekuensi serius. Ia dijerat dengan Pasal 473 ayat 2 huruf b UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana, yang dipadukan dengan UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik