- Tim gabungan menggagalkan penyelundupan 670 ekor burung ilegal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Selasa, 14 Juli 2026.
- Petugas menemukan ratusan burung tanpa dokumen resmi yang disembunyikan di dalam bagasi bus antarkota milik PO Adhi Prima.
- Pengemudi bus, Muhamad Toha, kini diproses hukum sementara seluruh satwa tersebut diserahkan ke Balai Karantina untuk penanganan lanjut.
SuaraLampung.id - Upaya penyelundupan ratusan ekor burung ilegal kembali digagalkan petugas di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (14/7/2026).
Tim gabungan yang bersiaga mencium ada sesuatu yang tidak beres pada sebuah bus antarkota antarprovinsi yang baru saja tiba dari arah Palembang.
Bus berkelir khas milik PO Adhi Prima dengan nomor polisi B 7011 JXA itu dihentikan petugas sekitar pukul 20.50 WIB.
Siapa sangka, di balik deru mesin dan deretan kursi penumpang, tersimpan ratusan burung yang sedang dipaksa berpindah pulau secara ilegal.
Saat petugas meminta pengemudi, Muhamad Toha (41), membuka pintu bagasi, aroma khas dan suara-suara lirih mulai terdengar.
Di sana, tertumpuk rapi 35 keranjang plastik berwarna putih. Begitu dibuka terlihat ratusan burung liar berdesakan dalam ruang yang sempit.
Tak tanggung-tanggung, tim gabungan dari KSKP Bakauheni, Balai Karantina (BKHIT), BKSDA, dan JSI Kalianda mendata ada 670 ekor burung di dalamnya.
Keragaman spesiesnya pun mencengangkan, mulai dari 240 ekor Pentet yang gagah, hingga 180 ekor Jalak Kerbau yang cerdas. Ada pula Cerucuk, Pelatuk Beras, Perenjak, Cipoh, Ciblek, hingga satu ekor Glatik Batu yang mungil.
Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Fransiskus Yepta Terang Ginting, menegaskan bahwa penangkapan ini bukanlah kebetulan.
Baca Juga: Penyelundupan Senpi Rakitan Asal Jabung Modus Paket Gagal, Tujuan ke Pelaku Curanmor di Cikarang
Ini adalah buah dari pengawasan ketat dan pemeriksaan selektif yang menjadi nafas sehari-hari di gerbang utama perlintasan Sumatera-Jawa tersebut.
"Pelabuhan Bakauheni adalah titik strategis. Kami tidak hanya memburu narkotika atau barang berbahaya, tapi juga menjaga kelestarian hayati dari upaya penyelundupan satwa tanpa dokumen sah," tegas AKP Ginting.
Sopir, Muhamad Toha, tak berkutik saat diminta menunjukkan sertifikat karantina yang menjadi syarat mutlak pengangkutan satwa.
Tanpa dokumen resmi, ratusan burung ini dianggap sebagai komoditas ilegal yang berpotensi menyebarkan penyakit sekaligus mengancam ekosistem alam.
Kini, Bus Adhi Prima itu harus parkir lebih lama di Mapolsek KSKP Bakauheni sebagai barang bukti. Muhamad Toha pun terancam jeratan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Beruntung, 670 ekor burung tersebut kini telah diserahkan ke Balai Karantina untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur. Mereka telah terbebas dari pengapnya bagasi bus dan selangkah lebih dekat untuk kembali ke habitat asalnya.
Berita Terkait
-
Penyelundupan Senpi Rakitan Asal Jabung Modus Paket Gagal, Tujuan ke Pelaku Curanmor di Cikarang
-
Ketika Oknum TNI dan Polri Kompak Selundupkan 5 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
-
Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar Digagalkan di Bakauheni, Sejuta Nyawa Terselamatkan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung