- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menangkap empat tersangka jaringan narkoba di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu, 27 Juni 2026.
- Dua dari empat pelaku merupakan oknum aparat yang kedapatan membawa lima kilogram sabu dan 202 butir ekstasi.
- Operasi ini berhasil menggagalkan peredaran narkotika bernilai lima miliar rupiah serta menyelamatkan sekitar 150 ribu jiwa masyarakat.
SuaraLampung.id - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung meringkus jaringan narkoba antarprovinsi yang melibatkan oknum aparat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Total ada empat orang yang ditangkap, dua di antaranya merupakan oknum aparat yakni HB, seorang oknum anggota Brimob, dan DK, seorang oknum prajurit TNI Angkatan Laut.
Aksi petugas dimulai pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Segalanya bermula dari kecurigaan petugas terhadap HR. Saat ponselnya diperiksa, ditemukan jejak transaksi gelap yang mengarah pada sebuah pengiriman besar.
Pengembangan cepat dilakukan. Petugas segera menyisir antrean kendaraan dan mengamankan HS, serta HB. Namun, barang bukti yang dicari tak ada di sana. Berdasarkan interogasi, diketahui barang haram itu sudah dibawa naik ke atas kapal oleh DK.
Tak ingin buruannya lepas, petugas melakukan pengejaran hingga ke atas dek kapal penyeberangan. Di sana, DK tak berkutik saat sebuah tas ransel hitam yang dibawanya digeledah. Isinya tiga bungkus besar sabu seberat 5 kilogram dan 202 butir pil ekstasi siap edar.
Tangkapan ini bukan sekadar keberhasilan biasa. Dengan barang bukti 5 kg sabu dan ratusan butir ekstasi, nilai ekonomisnya ditaksir mencapai lebih dari Rp5 miliar.
"Keberhasilan ini menyelamatkan sekitar 150 ribu orang dari ancaman penyalahgunaan sabu. Kami berkomitmen menindak tegas siapa pun yang terlibat, tanpa memandang latar belakang maupun profesi pelakunya," tegas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, Sabtu (4/7/2026).
Keterlibatan oknum aparat menjadi tamparan keras, namun Polda Lampung memastikan tidak ada "karpet merah" atau perlakuan khusus. Proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional.
Sementara HS, HR, dan oknum Brimob HB diproses oleh Polda Lampung, penanganan terhadap oknum TNI AL DK diserahkan sepenuhnya kepada Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpom Lanal) sesuai dengan kewenangan militer.
Baca Juga: Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
"Koordinasi terus dilakukan agar penegakan hukum berjalan sesuai mekanisme. Tidak ada perlakuan istimewa," tambah Yuni.
Kini, keempat tersangka harus menghadapi kenyataan pahit di balik jeruji besi. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Bayang-bayang hukuman mati, penjara seumur hidup, atau minimal 20 tahun penjara kini menanti mereka di ujung palu hakim.
Berita Terkait
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
-
Penyelundupan Narkoba Rp235 Miliar Digagalkan di Bakauheni, Sejuta Nyawa Terselamatkan
-
Penyelundupan 807 Burung Ilegal Palembang Digagalkan di Bakauheni, Ada Spesies Langka
-
Penyelundupan 172 Burung Ilegal Terhenti di Kabin Truk di Pelabuhan Bakauheni
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Atasi Kekeringan dan Gagal Panen, Pemprov Lampung Siapkan Skenario Hujan Buatan
-
Lindas Pria di Kolong Truk, Sopir Ini Santai Pindahkan Jasad Lalu Isi BBM ke SPBU
-
Gunung Anak Krakatau Menggeliat, Abu Vulkaniknya Mulai Bikin Warga Pulau Sebesi Sesak Napas
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Luka Bekas Lindasan Ban di Bypass Bandar Lampung