- Petugas menggagalkan penyelundupan 807 ekor burung tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Senin, 15 Juni 2026.
- Dua sopir truk diamankan karena menyembunyikan ratusan burung langka dan tidak dilindungi di dalam kendaraan asal Palembang.
- Pihak Karantina Lampung melakukan penyelidikan untuk membongkar jaringan pengirim serta pemilik modal di balik aksi perdagangan ilegal tersebut.
SuaraLampung.id - Sebanyak 807 ekor burung dari berbagai spesies ditemukan berdesakan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah truk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (15/6/2026).
Petugas Balai Karantina Lampung bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan tim Flight Protecting Indonesia’s Birds berhasil mengendus gelagat tak beres dari satu unit truk paket asal Palembang.
Bukan di dalam kargo biasa, ratusan burung tersebut disembunyikan di keranjang-keranjang plastik dan kardus yang diselipkan di celah kabin, di atas atap, hingga di bagian sasis bawah kendaraan yang berdebu dan panas.
"Hasil pemeriksaan mengungkap satwa-satwa ini berasal dari Palembang dan hendak dikirim ke Tangerang tanpa dokumen resmi selembar pun," ujar Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan.
Dua sopir yang kini telah diamankan mengaku hanya dijanjikan upah sebesar Rp1,2 juta. Itu pun baru akan dibayarkan jika ratusan burung tersebut sampai dengan selamat di tangan pemesan di Tangerang.
Kini, kedua sopir tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, sementara truk mereka disita sebagai barang bukti tindak pidana karantina.
Penyelamatan kali ini sangat krusial karena melibatkan puluhan satwa yang dilindungi undang-undang. Dari 807 ekor yang diselamatkan, 65 di antaranya adalah spesies langka yang terancam punah jika terus diburu, termasuk 22 ekor burung cica daun sayap biru, 33 ekor cica daun sumatra, serta serindit melayu.
Tak hanya itu, 742 burung lainnya yang masuk kategori tidak dilindungi tetap menjadi perhatian karena dilaluintaskan secara ilegal, mulai dari burung kacamata (pleci) yang berjumlah 572 ekor, hingga burung kepodang dan pelatuk bawang yang cantik.
Donni menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk melacak jaringan pengirim dan pemilik barang tersebut.
Baca Juga: Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu
“Penindakan ini penting untuk efek jera. Namun, memastikan jaringan di baliknya terbongkar adalah target utama kami. Kita tidak ingin hanya pelaku lapangan yang ditangani, tapi juga pemilik modalnya,” tegas Donni. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ironi Oknum ASN di Tanggamus: Nekat Curi Jalak Suren Pakai Bambu 10 Meter Demi Nyabu
-
Avanza Terbalik Usai Tabrak Truk di Tol Bakter, 3 Nyawa Melayang Seketika
-
Penantian 4 Hari Berakhir Duka: Tubuh Kecil Kenji Ditemukan 1,5 KM dari Arus Way Pisang
-
Hati-hati! Muncul Link Palsu CPNS 2026, Pemkab Lamsel: Jangan Klik Itu Jebakan Phishing
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot