- Satlantas Polres Pringsewu mencatat 115 kecelakaan lalu lintas dengan 18 korban jiwa sepanjang Januari hingga Juli 2026.
- Kasat Lantas Iptu I Kadek Gunawan menyatakan kelalaian manusia mendominasi penyebab kecelakaan yang mayoritas melibatkan usia produktif.
- Polres Pringsewu menggencarkan program edukasi melalui Police Goes to School serta meningkatkan patroli dan pemasangan spanduk imbauan.
SuaraLampung.id - Jalan raya di Kabupaten Pringsewu menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kelalaian. Hanya dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga Juli 2026, tercatat 115 kecelakaan lalu lintas telah terjadi.
Data dari Satlantas Polres Pringsewu terungkap 18 nyawa melayang sia-sia di aspal, sementara 134 orang lainnya harus menderita luka-luka, baik berat maupun ringan. Kerugian material pun mencapai angka yang tak sedikit, yakni sekitar Rp91 juta.
Yang paling menyita perhatian adalah profil para korbannya. Mayoritas dari mereka yang terlibat kecelakaan berada di usia produktif, yakni antara 16 hingga 30 tahun. Mereka adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang sedang berada di puncak mobilitas.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, menegaskan bahwa faktor manusia atau human error masih menjadi pembunuh utama di jalan raya.
"Kelalaian pengendara mendominasi penyebab kecelakaan. Mulai dari mengabaikan rambu, memacu kendaraan melampaui batas kecepatan, hingga hilangnya konsentrasi saat berkendara. Ini menunjukkan bahwa disiplin kita di jalan raya masih menjadi rapor merah yang harus diperbaiki," ujar Iptu I Kadek Gunawan, Jumat (31/7/2026).
Menyikapi tren yang mengkhawatirkan ini, jajaran Satlantas Polres Pringsewu tak tinggal diam. Mereka kini lebih gencar turun ke jalan, bukan hanya untuk menilang, tetapi untuk mengedukasi.
Melalui program Police Goes to School, polisi masuk ke ruang-ruang kelas untuk mengingatkan para siswa bahwa satu detik kehilangan fokus di atas motor bisa berakibat fatal.
Patroli di jam-jam sibuk dan titik rawan pun kian diintensifkan. Spanduk-spanduk imbauan kini menjamur di sudut-sudut jalan sebagai pengingat visual bagi para pengemudi.
"Tujuan kami bukan sekadar menekan angka pelanggaran, tapi membangun budaya. Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah prioritas, bukan beban," tambah Kadek.
Baca Juga: Pemuda Pringsewu Mencuri iPhone 13 Pro Milik Sahabat Lalu Dijadikan Kado ke Kekasih
Berita Terkait
-
Pemuda Pringsewu Mencuri iPhone 13 Pro Milik Sahabat Lalu Dijadikan Kado ke Kekasih
-
Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Maut di Perlintasan Negarabatin: Mobil Alya Tertemper Kereta Api, 2 Pelajar Tewas
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Enam Hari Menembus Ombak: ABK yang Hilang di Perairan Pulau Kelagian Akhirnya Ditemukan
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota