Wakos Reza Gautama
Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:27 WIB
Sebanyak 115 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Pringsewu sepanjang Januari hingga Juli 2026. [Dok Humas Polres Pringsewu]
Baca 10 detik
  • Satlantas Polres Pringsewu mencatat 115 kecelakaan lalu lintas dengan 18 korban jiwa sepanjang Januari hingga Juli 2026.
  • Kasat Lantas Iptu I Kadek Gunawan menyatakan kelalaian manusia mendominasi penyebab kecelakaan yang mayoritas melibatkan usia produktif.
  • Polres Pringsewu menggencarkan program edukasi melalui Police Goes to School serta meningkatkan patroli dan pemasangan spanduk imbauan.

SuaraLampung.id - Jalan raya di Kabupaten Pringsewu menjadi saksi bisu betapa mahalnya harga sebuah kelalaian. Hanya dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga Juli 2026, tercatat 115 kecelakaan lalu lintas telah terjadi.

Data dari Satlantas Polres Pringsewu terungkap 18 nyawa melayang sia-sia di aspal, sementara 134 orang lainnya harus menderita luka-luka, baik berat maupun ringan. Kerugian material pun mencapai angka yang tak sedikit, yakni sekitar Rp91 juta.

Yang paling menyita perhatian adalah profil para korbannya. Mayoritas dari mereka yang terlibat kecelakaan berada di usia produktif, yakni antara 16 hingga 30 tahun. Mereka adalah pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda yang sedang berada di puncak mobilitas.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu I Kadek Gunawan, menegaskan bahwa faktor manusia atau human error masih menjadi pembunuh utama di jalan raya.

"Kelalaian pengendara mendominasi penyebab kecelakaan. Mulai dari mengabaikan rambu, memacu kendaraan melampaui batas kecepatan, hingga hilangnya konsentrasi saat berkendara. Ini menunjukkan bahwa disiplin kita di jalan raya masih menjadi rapor merah yang harus diperbaiki," ujar Iptu I Kadek Gunawan, Jumat (31/7/2026).

Menyikapi tren yang mengkhawatirkan ini, jajaran Satlantas Polres Pringsewu tak tinggal diam. Mereka kini lebih gencar turun ke jalan, bukan hanya untuk menilang, tetapi untuk mengedukasi.

Melalui program Police Goes to School, polisi masuk ke ruang-ruang kelas untuk mengingatkan para siswa bahwa satu detik kehilangan fokus di atas motor bisa berakibat fatal.

Patroli di jam-jam sibuk dan titik rawan pun kian diintensifkan. Spanduk-spanduk imbauan kini menjamur di sudut-sudut jalan sebagai pengingat visual bagi para pengemudi.

"Tujuan kami bukan sekadar menekan angka pelanggaran, tapi membangun budaya. Kami ingin masyarakat sadar bahwa keselamatan adalah prioritas, bukan beban," tambah Kadek.

Baca Juga: Pemuda Pringsewu Mencuri iPhone 13 Pro Milik Sahabat Lalu Dijadikan Kado ke Kekasih

Load More