- Isnandar Ahmad tewas akibat 29 luka tusukan dalam pembunuhan berencana dan pencurian di rumahnya, Lampung Timur.
- Polisi menangkap dua pelaku bernama Riki Perlian dan Nur Hidayat kurang dari 24 jam setelah kejadian.
- Kedua tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup karena melanggar pasal pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.
SuaraLampung.id - Tabir di balik tewasnya Isnandar Ahmad (41), warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, akhirnya terkuak secara benderang.
Peristiwa berdarah tersebut bukan sekadar perampokan biasa, melainkan aksi pembunuhan berencana yang dieksekusi secara dingin dan teramat sadis.
Hasil autopsi tim medis mengungkap fakta mengerikan. Tubuh korban robek dihujani sedikitnya 29 luka tusukan senjata tajam.
Kerja keras tim gabungan Resmob TEKAB 308 Presisi dan Dit Intelkam Polda Lampung, bersama jajaran Satreskrim Polres Lampung Timur dan Polres Lampung Selatan, membuahkan hasil cepat.
Dua eksekutor berdarah dingin, Riki Perlian (26) dan Nur Hidayat (39), berhasil diringkus kurang dari 24 jam.
Bahkan, pelarian tersangka Riki diwarnai drama penangkapan menegangkan di Dermaga Pelabuhan Bakauheni pada Selasa (15/9/2026) subuh sekitar pukul 04.30 WIB.
"Saat hendak melarikan diri menyeberang ke Pulau Jawa, tersangka R melakukan perlawanan aktif yang membahayakan nyawa anggota di lapangan. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur (tembakan terarah)," tegas Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu M. Iksir, Selasa (15/9/2026) siang.
Berangkat dari tersungkurnya Riki di Bakauheni, polisi bergerak kilat membekuk rekannya, Nur Hidayat, di kediamannya di Dusun Srikaya, Desa Sukadana Tengah, Lampung Timur.
Iptu M. Iksir membeberkan bahwa aksi keji ini telah dirancang secara matang. Niat jahat bermula dari ambisi kedua pelaku untuk menguasai mobil Mitsubishi Xpander hitam dan barang berharga milik korban.
Sebagai umpan, tersangka Riki menghubungi Isnandar melalui pesan WhatsApp untuk mengajak bertemu pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di arena lomba layang-layang di Kecamatan Sekampung, tempat korban sedang berjualan.
Baca Juga: Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
Sekitar pukul 03.00 WIB, saat korban berpamitan pulang mengendarai mobilnya, kedua pelaku membuntuti dari belakang secara senyap menunggangi sepeda motor Honda Beat.
Setibanya di rumah korban, kedua pelaku menyelinap masuk tanpa dicurigai. Saat korban yang kelelahan tertidur pulas di sofa ruang tengah, petaka mengerikan itu terjadi.
"Tersangka R langsung menghunuskan pisau jenis garpu dan menusuk perut korban secara bertubi-tubi. Saat korban menjerit kesakitan, tersangka N berperan menyekap dan menutup mulut korban, sementara tersangka R terus memuntahkan tikaman membabi buta hingga korban meregang nyawa di tempat," ungkap Iptu Iksir.
Usai menghabisi nyawa korban, para pelaku menggasak mobil Xpander hitam, perhiasan emas, tas selempang, serta dokumen kendaraan milik korban, lalu meninggalkan sepeda motor mereka sendiri di lokasi dalam kepanikan.
Kini, seluruh barang bukti kejahatan, termasuk sebilah pisau garpu bergagang kayu berlumuran darah, telah disita penyidik.
Atas perbuatan biadabnya, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 459 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dan/atau Pasal 458, serta Pasal 479 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang Mengakibatkan Kematian berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Berita Terkait
-
Fotografer di Lampung Timur Dibantai: Pelaku Diciduk di Bakauheni
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung
-
Nyawa Melayang di Ruang Tamu, Pelaku Pembunuhan Banjar Agung Akhirnya Menyerah
-
Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok
-
Diancam Istri Bakal Disandera, Pria di Way Kanan Sewa Algojo Bantai Penagih Utang Rp1 Juta
-
Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya
-
Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton
-
Murka Kerap Disuruh-suruh, Pemuda di Bandar Lampung Bantai Sepupu Jasad Dijejali ke Gorong-Gorong