Wakos Reza Gautama
Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB
Seorang petani berusia 80 tahun, Yusup Dulguno, meninggal dunia setelah terbakar saat melakukan pembakaran lahan untuk persiapan tanam padi di Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, Senin (14/9/2026). [Dok Humas Polres Lampung Utara]
Baca 10 detik
  • Petani berusia 80 tahun bernama Yusup Dulguno ditemukan tewas akibat terjebak kebakaran lahan di Lampung Utara pada Senin (14/9/2026).
  • Tragedi bermula ketika korban membakar semak untuk persiapan menanam padi, namun angin kencang membuat api membesar tak terkendali.
  • Aparat kepolisian bersama warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka.

SuaraLampung.id - Niat tulus seorang kakek renta menyiapkan lahan demi menyambut musim tanam padi berujung petaka memilukan. Yusup Dulguno, petani berusia 80 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan usai terjebak kepungan api di lahannya sendiri di Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, Senin (14/9/2026).

Tragedi bermula sekitar pukul 13.00 WIB di area RK 1, RT 1. Saat terik matahari membakar siang, korban berniat membersihkan sisa semak dan jerami di ladangnya dengan cara dibakar sebagai persiapan awal bercocok tanam.

Namun nahas, embusan angin kencang mendadak datang dan memicu api berkobar tak terkendali. Si jago merah dengan cepat menjalar dan melahap rumpun bambu kering di sekeliling lokasi, menciptakan dinding kobaran api yang kian membesar.

Korban yang sudah berusia lanjut diduga panik dan tak lagi memiliki tenaga maupun kecepatan untuk menyelamatkan diri dari kepungan api.

Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal membubung tinggi segera berhamburan ke lokasi sembari melaporkan insiden darurat itu ke Polsek Abung Surakarta.

Aparat kepolisian bersama warga setempat bahu-membahu berupaya menjinakkan si jago merah. Menyadari kobaran api kian meluas, Kapolsek Abung Surakarta langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, Tim Inafis Polres Lampung Utara, pihak kecamatan, hingga tim medis Puskesmas setempat.

Namun, takdir berkata lain. Saat kobaran api dan asap pekat akhirnya berhasil dipadamkan, petugas menemukan tubuh renta sang kakek sudah tak lagi bernyawa akibat luka bakar parah.

Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Herawati, membenarkan peristiwa memilukan tersebut.

"Benar, telah terjadi peristiwa kebakaran lahan di Desa Tata Karya yang mengakibatkan satu korban jiwa. Korban saat itu tengah membersihkan lahan untuk persiapan menanam padi, namun api mendadak membesar akibat tiupan angin kencang sehingga korban terjebak," jelas Herawati.

Baca Juga: Nyawa Melayang di Ruang Tamu, Pelaku Pembunuhan Banjar Agung Akhirnya Menyerah

Usai proses pemadaman, Tim Inafis langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi kejadian sebelum mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Menyikapi tragedi ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para petani, agar menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara membakar.

"Kami mengimbau keras kepada seluruh warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang. Sedikit saja kelalaian, kobaran api bisa meluas dalam hitungan detik dan merenggut nyawa," tegas Herawati.

Load More