- Petani berusia 80 tahun bernama Yusup Dulguno ditemukan tewas akibat terjebak kebakaran lahan di Lampung Utara pada Senin (14/9/2026).
- Tragedi bermula ketika korban membakar semak untuk persiapan menanam padi, namun angin kencang membuat api membesar tak terkendali.
- Aparat kepolisian bersama warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka.
SuaraLampung.id - Niat tulus seorang kakek renta menyiapkan lahan demi menyambut musim tanam padi berujung petaka memilukan. Yusup Dulguno, petani berusia 80 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan usai terjebak kepungan api di lahannya sendiri di Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Lampung Utara, Senin (14/9/2026).
Tragedi bermula sekitar pukul 13.00 WIB di area RK 1, RT 1. Saat terik matahari membakar siang, korban berniat membersihkan sisa semak dan jerami di ladangnya dengan cara dibakar sebagai persiapan awal bercocok tanam.
Namun nahas, embusan angin kencang mendadak datang dan memicu api berkobar tak terkendali. Si jago merah dengan cepat menjalar dan melahap rumpun bambu kering di sekeliling lokasi, menciptakan dinding kobaran api yang kian membesar.
Korban yang sudah berusia lanjut diduga panik dan tak lagi memiliki tenaga maupun kecepatan untuk menyelamatkan diri dari kepungan api.
Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal membubung tinggi segera berhamburan ke lokasi sembari melaporkan insiden darurat itu ke Polsek Abung Surakarta.
Aparat kepolisian bersama warga setempat bahu-membahu berupaya menjinakkan si jago merah. Menyadari kobaran api kian meluas, Kapolsek Abung Surakarta langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, Tim Inafis Polres Lampung Utara, pihak kecamatan, hingga tim medis Puskesmas setempat.
Namun, takdir berkata lain. Saat kobaran api dan asap pekat akhirnya berhasil dipadamkan, petugas menemukan tubuh renta sang kakek sudah tak lagi bernyawa akibat luka bakar parah.
Kasi Humas Polres Lampung Utara Iptu Herawati, membenarkan peristiwa memilukan tersebut.
"Benar, telah terjadi peristiwa kebakaran lahan di Desa Tata Karya yang mengakibatkan satu korban jiwa. Korban saat itu tengah membersihkan lahan untuk persiapan menanam padi, namun api mendadak membesar akibat tiupan angin kencang sehingga korban terjebak," jelas Herawati.
Baca Juga: Nyawa Melayang di Ruang Tamu, Pelaku Pembunuhan Banjar Agung Akhirnya Menyerah
Usai proses pemadaman, Tim Inafis langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi kejadian sebelum mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Menyikapi tragedi ini, pihak kepolisian kembali mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para petani, agar menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara membakar.
"Kami mengimbau keras kepada seluruh warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang. Sedikit saja kelalaian, kobaran api bisa meluas dalam hitungan detik dan merenggut nyawa," tegas Herawati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot