Wakos Reza Gautama
Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:20 WIB
BA, anggota Polres Lampung Utara yang mengalami luka tembak di bagian perut, dirawat di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. [Dok Humas Polda Lampung]
Baca 10 detik
  • Polisi menggerebek buronan narkoba dan senjata ilegal berinisial PHP di Lampung Utara pada Selasa dini hari.
  • Pelaku melawan dengan menembak petugas hingga melukai tiga personel kepolisian di lokasi kejadian perkara.
  • Aparat memberikan tindakan tegas yang menyebabkan pelaku tewas serta mengamankan barang bukti senjata rakitan.

SuaraLampung.id - Di tengah dentuman musik yang memecah keheningan fajar di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, sebuah operasi senyap berubah menjadi arena berdarah.

Selasa (25/8/2026) pukul 02.45 WIB, wilayah Muara Jaya yang semula riuh oleh hiburan warga, mendadak mencekam saat rentetan tembakan menyalak, menandai akhir pelarian seorang buronan berbahaya.

Targetnya adalah PHP (30), pria yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Satresnarkoba Polres Lampung Utara. Bukan hanya soal narkoba, ia diduga kuat merupakan bagian dari jaringan gelap peredaran senjata api ilegal yang meresahkan wilayah tersebut.

Bermula dari informasi masyarakat, tim kepolisian merangsek ke lokasi hiburan musik untuk melakukan pengamanan dan penangkapan.

Namun, PHP yang menyadari kehadiran petugas tidak memilih untuk angkat tangan. Dengan nyali yang nekat, ia menarik pelatuk senjata api rakitannya, melepaskan tembakan ke arah kerumunan personel kepolisian.

Baku tembak tak terelakkan. Dalam gelapnya dini hari, percikan api dari laras senjata menjadi saksi perlawanan sengit sang buronan.

"Terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur," ungkap Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun.

Keberanian petugas dibayar mahal. Tiga anggota kepolisian harus tumbang akibat terjangan peluru PHP. Personel berinisial AA tertembak di kaki kanan, sementara AAC mengalami luka gores di pelipis akibat terjangan proyektil.

Kondisi paling mengkhawatirkan dialami oleh personel berinisial BA. Sebutir peluru bersarang di perutnya, memaksanya harus dilarikan dari RS Handayani Kotabumi dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung untuk menjalani operasi darurat.

Baca Juga: Baku Tembak di Lampung Utara: 3 Polisi Terluka, Bandar Narkoba Tewas

Di sisi lain, sang buronan PHP akhirnya tersungkur. Ia tewas di lokasi kejadian setelah timah panas petugas menghentikan perlawanannya. Jasadnya kemudian dibawa ke RS Maria Regina Kotabumi sebagai akhir dari catatan kriminalnya.

Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti satu pucuk revolver rakitan berwarna chrome dengan gagang cokelat yang masih menyisakan hawa panas.

Selain itu, ditemukan dua butir amunisi kaliber 9mm dan tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan ke arah petugas.

Meski PHP telah tewas, penyelidikan tidak berhenti di sini. Polda Lampung mencium adanya jaringan yang lebih besar di balik senjata api ilegal tersebut.

"Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat," tegas Kombes Yuni.

Load More