- Lison tewas ditikam Karmeli di Mesuji Timur akibat kesalahpahaman pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
- Keluarga korban melakukan pencarian balas dendam dan menemukan Karmeli tewas bersimbah darah di kebun singkong.
- Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengonfirmasi kejadian tersebut dan polisi kini sedang menyelidiki kematian pelaku.
SuaraLampung.id - Malam Minggu di Pemukiman Paguyuban Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, menjadi panggung tragedi berdarah.
Bermula dari sebuah kesalahpahaman sepele, dua nyawa pria kini harus berakhir di liang lahat dalam rentang waktu yang sangat singkat.
Semua bermula pada Sabtu malam (15/8/2026), sekitar pukul 21.30 WIB. Lison, seorang warga setempat, berniat baik membantu rekannya, Supri, untuk menjelaskan kepada ibunya, Marila, mengapa Supri pulang larut malam. Supri hanya ingin sang ibu percaya bahwa ia terlambat karena menunggu bayaran cabut singkong.
Namun, kehadiran Lison di rumah Marila justru memicu api cemburu atau amarah yang buta pada diri Karmeli alias Kilek, yang merupakan kakak Marila sekaligus besan dari Lison. Saat Lison memanggil nama Marila dari luar rumah, Kilek naik pitam.
"Kenapa kamu cari adik aku?" tanya Kilek dingin. Belum sempat penjelasan tuntas diberikan, sebuah senjata tajam sudah bersarang di dada kiri Lison.
Marila yang sedang menyusui anaknya di dalam rumah hanya bisa menjerit histeris mendengar teriakan Lison, "Tolong aku Mar, aku ditujah KM!".
Saat hendak menolong, Marila justru diancam akan dibunuh oleh kakaknya sendiri jika berani ikut campur. Kilek kemudian menghilang ditelan kegelapan malam, meninggalkan Lison yang bersimbah darah.
Tragedi tak berhenti di situ. Lison mengembuskan napas terakhirnya di tengah jalan saat berusaha dibawa ke rumah sakit. Kata-kata terakhirnya kepada Supri, "Saya sudah nggak kuat lagi, Pri," menjadi lonceng dimulainya aksi balas dendam.
Kabar tewasnya Lison memicu kemarahan besar keluarga besarnya di Sungai Sumur. Minggu dini hari (16/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, suasana Register 45 mencekam.
Baca Juga: Tragedi Berdarah Register 45 Mesuji: Paman Tewas Ditusuk Besan Gara-gara Panggil Nama Adik
Keluarga korban yang tak terima mulai menyisir hutan dan perkebunan, mencari keberadaan Kilek yang sedang bersembunyi.
Mata ganti mata rupanya menjadi hukum yang berlaku saat itu. Sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah pemandangan mengerikan ditemukan di tengah hamparan kebun singkong. Kilek ditemukan tewas dalam posisi telungkup.
Pemandangan di lokasi menunjukkan betapa sengitnya perlawanan terakhir sang pelaku. Jenazah Kilek ditemukan masih menggenggam erat sebilah pisau di tangan kanan dan sarungnya di tangan kiri.
Namun, perlawanan itu sia-sia. Luka tembak bersarang di kepala dan tubuhnya. Kilek, sang penikam, akhirnya tewas dieksekusi oleh amuk massa atau keluarga yang gelap mata.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan rangkaian kejadian berdarah ini.
"Korban Lison meninggal dengan luka tusuk di dada kiri. Sementara pelaku penusukan, yakni KM, ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala dan badan," jelasnya.
Berita Terkait
-
Tragedi Berdarah Register 45 Mesuji: Paman Tewas Ditusuk Besan Gara-gara Panggil Nama Adik
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Maut di Ujung Penolakan: Saat Ajakan Rujuk Berujung Penembakan Mantan Istri di Mesuji
-
Horor Subuh di Mesuji! Saat Eks Suami Gelap Mata Lepaskan Tembakan ke Mantan Istri
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan dengan Luka Bekas Lindasan Ban di Bypass Bandar Lampung
-
Nyawa Balas Nyawa: Hukum Rimba di Register 45 Mesuji Telan 2 Korban Jiwa
-
Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta
-
Dua Pelayan Resto di Lampung Tumbalkan Motor Bos demi Modal Judol
-
Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi