Wakos Reza Gautama
Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Pelaku penusukan yang terjadi di Pemukiman Paguyuban Register 45 Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji pada Hari Sabtu, 15 Agustus 2026 hingga korban meninggal dunia, ditemukan tewas di lahan perkebunan singkong. [Dok Humas Polres Mesuji]
Baca 10 detik
  • Lison tewas ditikam Karmeli di Mesuji Timur akibat kesalahpahaman pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Keluarga korban melakukan pencarian balas dendam dan menemukan Karmeli tewas bersimbah darah di kebun singkong.
  • Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus mengonfirmasi kejadian tersebut dan polisi kini sedang menyelidiki kematian pelaku.

SuaraLampung.id - Malam Minggu di Pemukiman Paguyuban Register 45, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, menjadi panggung tragedi berdarah.

Bermula dari sebuah kesalahpahaman sepele, dua nyawa pria kini harus berakhir di liang lahat dalam rentang waktu yang sangat singkat.

Semua bermula pada Sabtu malam (15/8/2026), sekitar pukul 21.30 WIB. Lison, seorang warga setempat, berniat baik membantu rekannya, Supri, untuk menjelaskan kepada ibunya, Marila, mengapa Supri pulang larut malam. Supri hanya ingin sang ibu percaya bahwa ia terlambat karena menunggu bayaran cabut singkong.

Namun, kehadiran Lison di rumah Marila justru memicu api cemburu atau amarah yang buta pada diri Karmeli alias Kilek, yang merupakan kakak Marila sekaligus besan dari Lison. Saat Lison memanggil nama Marila dari luar rumah, Kilek naik pitam.

"Kenapa kamu cari adik aku?" tanya Kilek dingin. Belum sempat penjelasan tuntas diberikan, sebuah senjata tajam sudah bersarang di dada kiri Lison.

Marila yang sedang menyusui anaknya di dalam rumah hanya bisa menjerit histeris mendengar teriakan Lison, "Tolong aku Mar, aku ditujah KM!".

Saat hendak menolong, Marila justru diancam akan dibunuh oleh kakaknya sendiri jika berani ikut campur. Kilek kemudian menghilang ditelan kegelapan malam, meninggalkan Lison yang bersimbah darah.

Tragedi tak berhenti di situ. Lison mengembuskan napas terakhirnya di tengah jalan saat berusaha dibawa ke rumah sakit. Kata-kata terakhirnya kepada Supri, "Saya sudah nggak kuat lagi, Pri," menjadi lonceng dimulainya aksi balas dendam.

Kabar tewasnya Lison memicu kemarahan besar keluarga besarnya di Sungai Sumur. Minggu dini hari (16/8/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, suasana Register 45 mencekam.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Register 45 Mesuji: Paman Tewas Ditusuk Besan Gara-gara Panggil Nama Adik

Keluarga korban yang tak terima mulai menyisir hutan dan perkebunan, mencari keberadaan Kilek yang sedang bersembunyi.

Mata ganti mata rupanya menjadi hukum yang berlaku saat itu. Sekitar pukul 10.30 WIB, sebuah pemandangan mengerikan ditemukan di tengah hamparan kebun singkong. Kilek ditemukan tewas dalam posisi telungkup.

Pemandangan di lokasi menunjukkan betapa sengitnya perlawanan terakhir sang pelaku. Jenazah Kilek ditemukan masih menggenggam erat sebilah pisau di tangan kanan dan sarungnya di tangan kiri.

Namun, perlawanan itu sia-sia. Luka tembak bersarang di kepala dan tubuhnya. Kilek, sang penikam, akhirnya tewas dieksekusi oleh amuk massa atau keluarga yang gelap mata.

Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, membenarkan rangkaian kejadian berdarah ini.

"Korban Lison meninggal dengan luka tusuk di dada kiri. Sementara pelaku penusukan, yakni KM, ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala dan badan," jelasnya.

Load More