- Pak Ogah berinisial MA dianiaya komplotan bersenjata di Bandar Lampung pada Sabtu, 12 September 2026.
- Penganiayaan terjadi karena korban menolak memberikan uang palakan, mengakibatkan luka parah dan jari putus.
- Polisi menangkap pelaku berinisial RPB pada Minggu malam, 13 September 2026, dan memburu pelaku lainnya.
SuaraLampung.id - Aksi premanisme jalanan kembali memakan korban di Kota Bandar Lampung. Hanya gara-gara menolak memberi uang palakan, seorang pengatur lalu lintas liar atau Pak Ogah berinisial MA (39) babak belur dianiaya secara brutal oleh komplotan bersenjata tajam.
Setelah rekaman video pengeroyokan tersebut viral dan memicu kemarahan publik di media sosial, aparat kepolisian langsung bergerak cepat.
Tim gabungan Satreskrim Polresta Bandar Lampung bersama Unit Reskrim Polsek Labuhan Ratu berhasil meringkus satu dari kawanan pelaku, yakni RPB (34), di kediamannya pada Minggu malam (13/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa mencekam itu bermula pada Sabtu (12/9/2026) sore di area putaran balik (U-turn) depan Pull Bus Rosalia, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu.
Saat tengah sibuk mengatur arus kendaraan, korban dihampiri dua pria tak dikenal yang mendesak meminta uang setoran.
Korban yang menolak menyerahkan uang jerih payahnya seketika terlibat adu mulut dengan kedua pria tersebut. Keributan kecil itu mendadak berubah menjadi mimpi buruk ketika gerombolan rekan pelaku datang mengeroyok korban.
"Korban tidak memberikan uang sehingga terjadi cekcok. Tak berselang lama, datang sekitar delapan orang lainnya yang diduga rekan pelaku dan langsung menyerang korban secara membabi buta," terang Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, Senin (14/9/2026).
Serangan bertubi-tubi tersebut membuat MA tak berdaya. Korban menderita luka sabetan senjata tajam parah di bagian kepala dan punggung, patah tulang pada kaki kiri, hingga jari kelingking tangan kirinya putus.
Korban langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Baca Juga: BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda
Dalam penangkapan RPB, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga dipakai saat penganiayaan, termasuk batu paving, rompi milik tersangka, serta sebuah topi.
Meski satu pelaku telah dijebloskan ke sel tahanan, polisi memastikan perburuan belum usai. Aparat kini tengah menyisir keberadaan para pelaku lain yang terlibat dalam aksi beringas tersebut.
"Pelaku RPB masih kami periksa mendalam untuk membedah perannya. Rekan-rekan pelaku lainnya masih terus kami buru. Identitas mereka sudah kami kantongi, tinggal menunggu waktu," tegas AKP Ono Karyono.
Berita Terkait
-
BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Niat Cari Buah Sawo, Pemilik Rumah di Panjang Syok Temukan Jasad Mengering Tinggal Tulang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan
-
Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat
-
Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup
-
Dobrak Mitos Ketinggian! Lampung Sukses Tanam Arabika di 800 MDPL: Berbuah Kilat Cuma 1,8 Tahun
-
3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu