Wakos Reza Gautama
Rabu, 16 September 2026 | 07:16 WIB
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama setelah penandatanganan perjanjian pinjaman daerah dengan Direktur PT SMI Faris Pranawa di Aula PT SMI, Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat. [ANTARA/HO-Kominfo Lampung Selatan]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengamankan dana Rp100 miliar dari PT SMI untuk rekonstruksi jalan pada 15 September 2026.
  • Bupati Radityo Egi Pratama memproyeksikan perbaikan 50 kilometer jalan di 20 ruas prioritas untuk meningkatkan konektivitas dan potensi ekonomi daerah.
  • Direktur PT SMI Faris Pranawa menyatakan program ini menaikkan kemantapan jalan menjadi 67 persen dan menghemat biaya operasional kendaraan lebih dari Rp40 miliar per tahun.

SuaraLampung.id - Bagi masyarakat di pelosok hingga sentra produksi, jalan aspal bukan sekadar infrastruktur mati. Ia adalah denyut nadi, jalur tempat roda ekonomi berputar, anak-anak menuju sekolah, dan hasil bumi diangkut menuju pasar.

Menyadari vitalnya konektivitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) membuat gebrakan besar. Dana segar senilai Rp100 miliar resmi diamankan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.

Angka fantastis ini diproyeksikan untuk memoles dan merekonstruksi 50 kilometer jalan yang tersebar di 20 ruas prioritas di seluruh penjuru daerah.

Langkah strategis ini bukan sekadar proyek tambal sulam. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan adalah kunci utama membuka ‘gembok’ potensi ekonomi daerahnya yang luar biasa.

“Aksesibilitas adalah urat nadi konektivitas. Ketika jalan terbuka dan terhubung, maka peluang ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas sosial masyarakat juga ikut bergerak,” ujar Radityo Egi, Selasa (15/9/2026).

Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatra dengan mobilitas warga yang dinamis, Lampung Selatan berkejaran dengan waktu. Radityo Egi pun tak ingin kompromi soal hasil. Ia mewanti-wanti agar proyek puluhan miliar ini dieksekusi dengan standar kualitas nomor satu.

“Saya berharap kualitas pekerjaan harus bagus, sesuai kriteria dan spesifikasi, serta selesai tepat waktu. Infrastruktur ini harus benar-benar difungsikan dan memberi manfaat nyata yang berjangka panjang,” tegasnya.

Dampak dari transformasi 50 kilometer jalan ini bukan isapan jempol di atas kertas. Direktur PT SMI, Faris Pranawa, membeberkan kalkulasi nyata di balik pendanaan ini.

Program ini diproyeksikan mampu mendongkrak tingkat kemantapan jalan di Lampung Selatan dari 63 persen melesat ke angka 67 persen.

Baca Juga: Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung

Namun, angka yang paling dinanti oleh masyarakat di jalanan adalah efisiensi biaya. Lewat aspal yang mulus, potensi kerusakan kendaraan dan borosnya bahan bakar bisa ditekan drastis.

Tak tanggung-tanggung, perbaikan 20 ruas jalan ini diperkirakan bakal menghemat biaya operasional kendaraan masyarakat hingga lebih dari Rp40 miliar setiap tahunnya.

Uang yang tadinya habis untuk suku cadang dan bensin akibat jalan rusak, kini bisa dialihkan warga untuk kebutuhan keluarga yang lebih produktif.

“Total penanganan sekitar 50 kilometer ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses cepat menuju sentra produksi, fasilitas publik, hingga kawasan ekonomi potensial,” tutur Faris.

Faris menambahkan, megaproyek ini hanya bisa terwujud lewat satu kata kunci bernama kolaborasi. Guyuran dana ratusan miliar tak akan berarti tanpa adanya sinergi yang solid antara pemerintah daerah, badan pembiayaan, dan masyarakat yang ikut mengawal. (ANTARA)

Load More