- Polres Lampung Selatan menggelar pertemuan di Desa Tetanan pada Jumat (4/9/2026) guna meredam potensi konflik.
- Keluarga Saiful Anwar diminta menyerahkan penanganan kasus dugaan pengeroyokan tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
- Aparatur desa dan tokoh masyarakat diimbau aktif menjaga kedamaian serta mencegah aksi main hakim sendiri.
SuaraLampung.id - Suasana di Desa Tetanan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, masih dibalut duka yang mendalam. Namun, di balik isak tangis keluarga mendiang Saiful Anwar, ada bara emosi yang harus dijaga agar tidak menyulut api konflik baru.
Menyikapi situasi sensitif ini, jajaran Polres Lampung Selatan bergerak cepat melakukan Cooling System. Pada Jumat (4/9/2026), sebuah pertemuan penting digelar di kediaman keluarga korban untuk memastikan bahwa hukum tetap menjadi panglima, bukan dendam yang membara.
Kasus ini bermula dari sebuah insiden memilukan di Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang. Saiful Anwar menghembuskan napas terakhir setelah diduga dikeroyok massa. Pemicunya? Dugaan pencurian buah pisang di kebun milik warga setempat.
Sadar akan potensi gesekan antarwarga, Kapolsek Penengahan Iptu Donal Afriansyah tak datang sendirian. Ia menggandeng Camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga tokoh masyarakat untuk duduk bersama keluarga korban. Silaturahmi ini upaya mendinginkan suasana (cooling system).
"Kami hadir untuk meminta keluarga dan masyarakat tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang berseliweran di media sosial atau desas-desus yang belum tentu benar," tegas Kapolsek Penengahan di hadapan tokoh masyarakat.
Polisi secara khusus meminta keluarga besar almarhum Saiful Anwar untuk melapangkan dada dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.
"Percayakan prosesnya kepada kami. Kami pastikan prosedur hukum berjalan sebagaimana mestinya," tambahnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut, aparatur desa dan tokoh masyarakat diajak menjadi jangkar perdamaian.
Mereka diminta proaktif menjalin komunikasi dengan warga agar tidak muncul spekulasi liar yang bisa memicu aksi balasan.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Polisi mengingatkan dengan tegas agar tidak ada warga yang mengambil tindakan main hakim sendiri berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Koordinasi cepat dengan kepolisian adalah kunci utama jika terdeteksi adanya perkembangan situasi yang memanas. Pertemuan tersebut berakhir dengan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian.
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Ratusan Kartrid Berisi Etomidate Senilai Rp2,3 Miliar Gagal Menyeberang di Bakauheni
-
Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
-
Apes! Gara-gara GPS, Dua Maling Motor di Bandar Lampung Tertangkap Hanya dalam 2 Jam
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung