Wakos Reza Gautama
Sabtu, 05 September 2026 | 14:24 WIB
Polisi melakukan cooling system dengan menyambangi keluarga korban dugaan pengeroyokan yang meninggal dunia di Desa Tetaaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (4/9/2026). [Dok Humas Polres Lampung Selatan]
Baca 10 detik
  • Polres Lampung Selatan menggelar pertemuan di Desa Tetanan pada Jumat (4/9/2026) guna meredam potensi konflik.
  • Keluarga Saiful Anwar diminta menyerahkan penanganan kasus dugaan pengeroyokan tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
  • Aparatur desa dan tokoh masyarakat diimbau aktif menjaga kedamaian serta mencegah aksi main hakim sendiri.

SuaraLampung.id - Suasana di Desa Tetanan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, masih dibalut duka yang mendalam. Namun, di balik isak tangis keluarga mendiang Saiful Anwar, ada bara emosi yang harus dijaga agar tidak menyulut api konflik baru.

Menyikapi situasi sensitif ini, jajaran Polres Lampung Selatan bergerak cepat melakukan Cooling System. Pada Jumat (4/9/2026), sebuah pertemuan penting digelar di kediaman keluarga korban untuk memastikan bahwa hukum tetap menjadi panglima, bukan dendam yang membara.

Kasus ini bermula dari sebuah insiden memilukan di Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang. Saiful Anwar menghembuskan napas terakhir setelah diduga dikeroyok massa. Pemicunya? Dugaan pencurian buah pisang di kebun milik warga setempat.

Sadar akan potensi gesekan antarwarga, Kapolsek Penengahan Iptu Donal Afriansyah tak datang sendirian. Ia menggandeng Camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga tokoh masyarakat untuk duduk bersama keluarga korban. Silaturahmi ini upaya mendinginkan suasana (cooling system).

"Kami hadir untuk meminta keluarga dan masyarakat tetap tenang. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang berseliweran di media sosial atau desas-desus yang belum tentu benar," tegas Kapolsek Penengahan di hadapan tokoh masyarakat.

Polisi secara khusus meminta keluarga besar almarhum Saiful Anwar untuk melapangkan dada dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

"Percayakan prosesnya kepada kami. Kami pastikan prosedur hukum berjalan sebagaimana mestinya," tambahnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut, aparatur desa dan tokoh masyarakat diajak menjadi jangkar perdamaian.

Mereka diminta proaktif menjalin komunikasi dengan warga agar tidak muncul spekulasi liar yang bisa memicu aksi balasan.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul

Polisi mengingatkan dengan tegas agar tidak ada warga yang mengambil tindakan main hakim sendiri berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Koordinasi cepat dengan kepolisian adalah kunci utama jika terdeteksi adanya perkembangan situasi yang memanas. Pertemuan tersebut berakhir dengan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian.

Load More