- Oknum ASN berinisial HN ditangkap polisi di Wonosobo karena mencuri burung Jalak Suren milik warga pada Sabtu dini hari.
- Pelaku mencuri burung menggunakan bambu sepanjang sepuluh meter lalu menjualnya murah untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu.
- Tersangka adalah seorang residivis yang kini terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun berdasarkan Pasal 477 KUHP.
SuaraLampung.id - Alih-alih menjadi teladan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), HN (46), pria yang bertugas di salah satu UPT wilayah Wonosobo, Tanggamus, ini justru harus masuk jeruji besi setelah aksi pencurian burungnya terbongkar.
Modus yang digunakan HN tergolong cukup niat. Ia menggunakan sebatang bambu sepanjang 10 meter untuk menggasak seekor burung Jalak Suren milik warga yang tergantung tinggi di halaman rumah.
Tragedi hilangnya burung kesayangan itu dialami oleh Pardio alias Giyek (53), seorang pedagang di Pekon Sridadi. Pada Sabtu (6/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.55 WIB, Giyek terbangun dari tidurnya.
Namun, hatinya seketika menciut saat melihat gantungan di depan rumahnya kosong melompong. Jalak Suren kesayangannya raib.
Saat memeriksa sekitar, Giyek menemukan sebatang bambu panjang yang tergeletak tak jauh dari lokasi. Rupanya, bambu itulah yang digunakan pelaku untuk mengait sangkar burung miliknya dari kejauhan tanpa harus memanjat atau masuk ke area teras. Akibat kejadian ini, Giyek merugi hingga Rp3,5 juta.
Polisi bergerak cepat. Tak butuh waktu lama, jejak HN berhasil terendus. Ia ditangkap pada Senin (8/6/2026) sore tanpa perlawanan berarti.
Fakta mengejutkan pun terungkap dalam pemeriksaan. Burung Jalak Suren yang bernilai jutaan rupiah itu ternyata hanya dijual HN seharga Rp300 ribu kepada rekannya berinisial SN (kini DPO). Uang hasil obral barang curian itu pun habis digunakan untuk tujuan yang melanggar hukum.
"Pelaku mengaku sebagian uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan sebagian lainnya untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu," ungkap Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, Jumat (12/6/2026).
Status ASN ternyata tidak menjamin seseorang bersih dari catatan kriminal. HN diketahui merupakan seorang residivis dalam kasus yang identik.
Baca Juga: 24 Jam Menghilang, Lansia di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 16 Meter
Sebelumnya, ia pernah diproses oleh Polsek Talang Padang karena mencuri burung dan sempat merasakan dinginnya sel tahanan selama enam bulan di Rutan Kota Agung.
Kini, HN kembali harus menanggalkan seragamnya dan bersiap menghadapi hukuman yang lebih berat. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa burung Jalak Suren, sangkar, motor yang digunakan beraksi, hingga bambu sepanjang 10 meter yang menjadi saksi bisu kejahatannya.
"Tersangka kami jerat dengan Pasal 477 KUHP. Ancaman pidananya tidak main-main, maksimal tujuh tahun penjara," tegas Iptu Primadona.
Berita Terkait
-
24 Jam Menghilang, Lansia di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 16 Meter
-
Menyingkap Misteri Getaran Ulubelu: PGE Gandeng Unila Teliti Gempa Mikro yang Sering Terjadi
-
Hati-hati! Muncul Link Palsu CPNS 2026, Pemkab Lamsel: Jangan Klik Itu Jebakan Phishing
-
Kelabui Pengusaha BRILink, Oknum Kades di Tanggamus Kembali Tersandung Kasus Penipuan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung