- RSUD dr H Bob Bazar menyimpan dua jasad pria tanpa identitas yang ditemukan di perairan Lampung Selatan pada Juli 2026.
- Direktur RSUD meminta bantuan masyarakat untuk mengenali pakaian korban guna menemukan keluarga yang belum kunjung datang.
- Pihak rumah sakit memberikan batas waktu konfirmasi hingga 3 Agustus 2026 sebelum jasad tersebut dimakamkan sesuai ketentuan.
SuaraLampung.id - Pihak RSUD dr H Bob Bazar menyimpan dua jasad pria tanpa nama yang menanti kepulangan kepada keluarga yang mungkin tengah dirundung cemas. Hingga Senin (27/7/2026), belum ada satu pun kerabat yang datang menjemput.
Direktur RSUD Bob Bazar, Djohardi, mengeluarkan seruan terbuka bagi siapa saja yang merasa kehilangan anggota keluarga.
“Kami berharap informasi ini menyebar luas agar identitas mereka terungkap dan keluarga mendapatkan kepastian,” ungkap Djohardi.
Jasad pertama ditemukan terombang-ambing di tepian Pantai Legundi, Kecamatan Ketapang, pada 18 Juli lalu. Kondisinya memprihatinkan akibat pembusukan lanjut, namun pakaian yang dikenakannya menjadi petunjuk paling berharga.
Pria ini diperkirakan berusia 25 hingga 45 tahun dengan tinggi badan antara 135-160 sentimeter. Saat ditemukan, ia mengenakan kaus bertudung tanpa lengan (vest) berwarna ungu-merah-putih bertuliskan “ABU Gracia” dengan siluet tulang ikan yang mencolok.
Di balik itu, ia mengenakan kaus lengan panjang bertuliskan “TERYOSO KMH 189” berwarna biru gelap dan celana training navy bergaris dua.
Di dekat posisinya, ditemukan pula potongan karet ban hitam yang menyisakan tanda tanya besar tentang aktivitas terakhirnya sebelum maut menjemput sekitar satu hingga dua bulan lalu.
Hanya berselang dua hari, tepatnya 20 Juli 2026, laut kembali menyerahkan jasad kedua di perairan Kepulauan Kandang. Pria ini diperkirakan berusia 35 hingga 50 tahun dengan tinggi sekitar 155 sentimeter.
Meski kondisi fisiknya telah mengalami perubahan warna kemerahan pada tangan dan kehilangan rahang bawah, pakaiannya membawa pesan emosional yang kuat.
Baca Juga: Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
Ia mengenakan kaus biru navy ukuran XL bermerek “Klampis (Back to Life)” dengan logo bintang. Di bagian belakang bawah kaus, tertulis “DOA IBU/MAS SIPIT”, sementara di punggungnya terpampang tulisan besar “KAWAN SEJALAN”. Dokter memperkirakan ia telah meninggal dunia antara dua hingga enam minggu sebelum ditemukan.
RSUD Bob Bazar kini berpacu dengan waktu. Pihak rumah sakit memberikan batas waktu konfirmasi identitas selama 3 x 24 jam, atau paling lambat hingga Senin, 3 Agustus 2026. Jika tetap tak bertuan, jasad-jasad ini akan dimakamkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Anda yang merasa memiliki informasi, mengenali ciri-ciri pakaian tersebut, atau sedang mencari anggota keluarga yang hilang, diharapkan segera menghubungi Humas RSUD Bob Bazar melalui Suprinato di nomor 0813-6900-2524. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
Di Balik COD: Niat Jual Motor, Pemuda di Lampung Selatan Disekap dan Diborgol Kawanan Bersenjata
-
Pamit Angkat Jemuran, IRT di Ketapang Lampung Selatan Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Petaka Menu MBG di SDN 3 Kedaloman Tanggamus: Puluhan Anak Alami Muntah
-
2 Tahun Buron Usai Tembak Warga, Tamong Tewas Diterjang Peluru Polisi Akibat Melawan Pakai Celurit
-
Viral Dituding Bangun Kopdes di Tengah Hutan Jalur Trabas, Peratin di Lambar Buka Suara
-
Coba Tebas Polisi Pakai Laduk, Residivis 19 Tahun di Lampung Tengah Roboh Ditembus Timah Panas
-
Geger Karhutla Way Kambas Meluas, BPBD Buka Suara Soal Nasib Kandang Gajah