Wakos Reza Gautama
Sabtu, 12 September 2026 | 14:51 WIB
Setelah dua hari dilakukan pencarian, jenazah Bripda Rizky Ardiyanto, personel Dit Samapta Polda Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya ditemukan di tepi Sungai Mesuji, Desa Wiralaga I, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (11/9/2026). [Dok Humas Polda Lampung]
Baca 10 detik
  • Bripda Rizky Ardiyanto ditemukan tewas mengapung di Sungai Mesuji, Lampung, pada Jumat, 11 September 2026.
  • Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat bertugas mengawal kapal tongkang pengangkut sawit di perairan tersebut.
  • Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani autopsi forensik guna mengungkap penyebab kematian.

SuaraLampung.id - Operasi pencarian intensif selama dua hari terhadap personel Direktorat Samapta Polda Sumatera Selatan, Bripda Rizky Ardiyanto, berakhir dengan duka mendalam.

Anggota polisi yang dilaporkan hilang misterius saat bertugas mengawal kapal tongkang tersebut akhirnya ditemukan tak bernyawa di tepi Sungai Mesuji, Desa Wiralaga I, Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat ditemukan dalam kondisi mengapung oleh tim SAR gabungan, senapan laras panjang dinas milik korban masih dalam posisi terselempang erat di tubuhnya.

Jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan perahu karet Basarnas menuju daratan, sebelum akhirnya diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang guna menjalani autopsi forensik.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Isawandari Yuyun, membenarkan penemuan jasad personel Korps Bhayangkara tersebut setelah pencarian maraton yang melibatkan jajaran kepolisian, Basarnas, dan warga sekitar.

"Setelah dua hari penyisiran tanpa henti di perairan Mesuji, korban akhirnya berhasil ditemukan. Jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian almarhum," ungkap Yuni, Jumat (11/9/2026).

Peristiwa nahas ini bermula saat Bripda Rizky mengemban tugas pengawalan Kapal Tongkang Agro Permai milik PT PAR bersama seorang prajurit Marinir Brigif IV Pesawaran, Kopral Prasetyo.

Kapal angkut sawit tersebut bertolak dari Dermaga 129 Kebun Hikmah 5, Desa Pagar Dewa, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 20.50 WIB dengan tujuan Dermaga KMJ, Desa Gajah Mati, Sungai Menang.

Di tengah perjalanan malam itu, Kopral Prasetyo terlebih dahulu berpindah pengawalan ke kapal lain, yakni Agro Surya.

Baca Juga: Pencarian Berakhir Duka: Polisi Muda yang Hilang di Sungai Mesuji Ditemukan Tak Bernyawa

Tak lama berselang, Bripda Rizky sempat naik ke ruang kemudi kapal untuk berkoordinasi dengan juru mudi terkait rencana perpindahan posisinya saat kapal berpapasan dengan Kapal Yusika.

Usai memberi informasi, sang kapten kapal sempat menyarankan Bripda Rizky untuk beristirahat di kabin dalam. Namun, korban menolak dengan alasan udara di dalam ruangan terasa panas dan gerah. Korban pun memilih beristirahat di dek luar kapal.

Petaka mulai terendus ketika siluet Kapal Yusika mulai tampak mendekat. Juru mudi yang hendak memanggil Bripda Rizky untuk bersiap-siap mendadak panik karena area tempat korban beristirahat telah kosong melompong.

Seluruh sudut kapal tongkang disisir oleh nakhoda dan anak buah kapal (ABK), namun Bripda Rizky lenyap tanpa jejak di tengah pekatnya malam.

Menyadari bahaya yang terjadi, awak kapal segera merapat ke Desa Nipah Kuning dan meminta pertolongan darurat hingga informasi diteruskan ke Polsubsektor Mesuji Pusat dan Basarnas.

Kini, kepolisian berfokus mengungkap misteri di balik jatuhnya Bripda Rizky ke aliran sungai berarus deras tersebut.

Load More