- Mersiyanto ditembak Adi bin Kusir di Desa Sungai Sidang pada Selasa, 1 September 2026.
- Penembakan terjadi akibat perselisihan utang piutang senilai Rp20 juta yang enggan dilunasi pelaku.
- Korban mengalami luka kritis di tiga titik dan pelaku saat ini sedang diburu polisi.
SuaraLampung.id - Sore di Desa Sungai Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji, pecah oleh suara letusan senjata api. Seorang pria tersungkur bersimbah darah, menjadi korban kebrutalan rekan yang diduga enggan melunasi utang.
Peristiwa mencekam ini menimpa Mersiyanto (49), warga Desa Gajah Mati, Sumatera Selatan. Pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, timah panas menembus tubuhnya.
Kapolres Mesuji, AKBP Muhammad Firdaus, mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari adu mulut hebat antara korban dan terduga pelaku, Adi bin Kusir. Ketegangan memuncak hingga akhirnya sebuah letusan senjata api terdengar.
"Awalnya terjadi perselisihan antara korban dengan terduga pelaku. Kemudian terdengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata api," ujar Firdaus, Rabu (2/9/2026).
Penyelidikan awal polisi mengarah kuat pada satu motif utang piutang. Adi diketahui memiliki utang sebesar Rp20 juta kepada Mersiyanto.
Diduga tak sanggup atau enggan membayar, senjata api justru menjadi jalan pintas yang diambil pelaku untuk mengakhiri perselisihan tersebut.
Nasib Mersiyanto berada di ujung tanduk. Meskipun hanya satu kali letusan yang terdengar, dampak medisnya sangat mengerikan.
Pemeriksaan tim dokter menunjukkan korban mengalami tiga titik luka sekaligus, yakni pada siku kanan, lengan bawah kanan, dan dada kanan. Kondisinya kritis.
Setelah sempat ditangani di Rumah Sakit Ratutara dan dirujuk ke RSUD Ragab Begawe Caram, ia kini direncanakan akan dilarikan ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang untuk penanganan spesialis.
Baca Juga: Detik-detik Bandit Lampung Utara Tewas Usai Tembak 3 Polisi
Hingga saat ini, Adi bin Kusir bagai hilang ditelan bumi. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk merangkai kepingan peristiwa ini.
Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Tim khusus telah dikerahkan untuk memburu keberadaan Adi.
"Kami masih melakukan upaya penangkapan terhadap terduga pelaku. Kasus ini akan kami proses secara tuntas," tegas Firdaus.
Selain mengejar pelaku, polisi juga tengah mendalami asal-usul senjata api ilegal yang digunakan dalam aksi koboi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Fluktuasi Pasar Modal
-
Pabrik Ekstasi Rumahan di Tulang Bawang Digerebek Polisi: Kontrakan Disulap Jadi Lab Narkoba
-
Belantara Way Kambas Membara: 350 Personel Terjang Sungai dan Hutan Lebat Jinakkan Titik Api
-
Tragedi Tengah Malam di Mesuji: Tepergok Curi Getah Karet, Pria 45 Tahun Tewas Diamuk Warga
-
Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung