Wakos Reza Gautama
Jum'at, 11 September 2026 | 08:27 WIB
Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap Rifki Ardianto (23) seorang anggota Polri yang diduga terjatuh dari kapal saat berlayar di perairan Sungai Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung. [Dok SAR Lampung]
Baca 10 detik
  • Tim SAR gabungan memperluas pencarian Bripda Rifki Ardianto yang tenggelam di Sungai Mesuji Lampung sejak Jumat 11 September 2026.
  • Korban dilaporkan hilang dari kapal motor pengangkut sawit pada Kamis 10 September 2026 setelah bertolak dari Dermaga 129.
  • Operasi SAR melibatkan berbagai instansi dan peralatan mutakhir meskipun terkendala masalah sinyal telekomunikasi di lokasi kejadian.

SuaraLampung.id - Tim SAR gabungan kini tengah berpacu dengan waktu. Memasuki hari kedua, Jumat (11/9/2026), operasi pencarian terhadap Bripda Rifki Ardianto (23), anggota Polri yang diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Sungai Mesuji, Lampung, diperluas secara besar-besaran hingga mendekati bibir muara.

Penyisiran diintensifkan menyusul operasi hari pertama yang belum membuahkan petunjuk berarti. Menyiasati arus sungai yang dinamis, tim pencari dipecah menjadi dua unit penyelamat (Search and Rescue Unit/SRU) untuk membelah perairan sejak pukul 07.00 WIB.

"Pencarian hari ini kami perluas ke arah muara. Seluruh unsur dan alutsista yang ada dikerahkan secara optimal untuk menyisir setiap jengkal area target. Harapan kami tentu korban segera ditemukan," ujar Koordinator Pos SAR Tulang Bawang, Feriansyah Putra.

Strategi taktis pun digelar. SRU 1 membuka jalur penyisiran sejauh 2,5 kilometer dari titik perkiraan korban jatuh (Last Known Position) menuju hilir menggunakan perahu karet bermesin.

Selanjutnya, tongkat estafet dilanjutkan oleh SRU 2 yang menyisir 2,5 kilometer berikutnya ke arah muara menggunakan tiga armada speed lidah.

Peristiwa nahas ini bermula saat korban tengah menjalankan tugas pengawalan kapal pengangkut kelapa sawit, melaju di atas kapal motor LTT Agro Permai bersama tiga kru lainnya.

Bertolak dari Dermaga 129 pada Rabu (9/9/2026) malam sekitar pukul 20.20 WIB, kapal berlayar menembus gelapnya Sungai Mesuji menuju Dermaga KNJ di Desa Gajah Mati.

Jejak terakhir sang polisi muda terekam saat ia bertukar pesan dengan rekannya di darat pada pukul 23.40 WIB. Namun, keheningan sungai berubah menjadi kepanikan ketika fajar menyingsing, Kamis (10/9). Saat momen pergantian regu siaga tiba, Rifki mendadak lenyap dari atas dek.

Pencarian mandiri oleh seluruh awak kapal berujung nihil, hingga nakhoda akhirnya memutuskan melayangkan panggilan darurat ke Basarnas Lampung.

Baca Juga: SAR Lampung Terjunkan 17 Personel Bantu Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Operasi SAR berskala besar ini kini melibatkan sinergi lintas instansi, mencakup tim rescue Basarnas, Polres Mesuji, Satpolairud OKI, TNI AL, BPBD, hingga masyarakat lokal.

Tak tanggung-tanggung, teknologi pendeteksi mutakhir seperti Aqua Eye dan Underwater Search Device (UWSD) diterjunkan ke dasar sungai untuk membaca anomali objek di bawah air, ditopang peralatan selam taktis dan armada perahu cepat.

Kendati langit Mesuji terbilang cerah, tantangan berat justru datang dari darat: lumpuhnya sinyal telekomunikasi dan jaringan internet di kawasan terpencil tersebut membuat koordinasi antartim kerap tersendat di zona blank spot.

Meski terhalang isolasi sinyal, tim gabungan bergeming. Penyisiran sungai terus digeber dengan keyakinan penuh bahwa sang abdi negara yang hilang dalam senyap itu akan segera ditemukan.

Load More