- Kepala Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus inisial EI, ditangkap kasus penipuan
- Dia diduga menipu seorang warga yang berprofesi sebagai pengusaha BRILink hingga mengalami kerugian sebesar Rp6 juta
- Sebelumnya dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan pembayaran pengadaan delapan unit tenda tarup senilai Rp80 juta
SuaraLampung.id - Jabatan Kepala Pekon (Desa) seharusnya menjadi simbol amanah dan pengabdian. Namun, bagi EI (36), oknum Kepala Pekon Suka Agung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, jabatan tersebut seolah menjadi tameng untuk melancarkan aksi tipu-tipu.
Belum usai urusan hukumnya terkait penggelapan dana pengadaan delapan unit tenda tarup senilai Rp80 juta, kini pria berinisial EI itu kembali berurusan dengan polisi.
Kali ini, korbannya adalah seorang pengusaha BRILink lokal yang harus menelan pil pahit kehilangan uang jutaan rupiah akibat janji manis sang kades.
Kisah ini bermula pada Desember 2024. Saat itu, EI mendatangi usaha BRILink milik Muhammad Anggi Ambri Nugraha. Dengan raut wajah meyakinkan, sang kades meminta korban mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke rekening pribadinya. Alasannya ia mengaku memiliki dana, namun uangnya masih dalam perjalanan.
Demi membuang keraguan korban, EI melakukan aksi teatrikal dengan menitipkan kunci mobil yang ia bawa sebagai jaminan. Merasa percaya karena yang meminta adalah seorang pejabat desa, korban pun langsung mengirimkan uang tersebut.
Tak puas sampai di situ, tiga hari kemudian EI kembali melancarkan aksinya lewat pesan WhatsApp. Ia merayu korban untuk menambah transferan sebesar Rp1 juta. Lagi-lagi, janji akan melunasi seluruh utang menjadi senjatanya.
"Korban percaya karena tersangka memberikan serangkaian keterangan meyakinkan dan menitipkan kunci mobilnya," ungkap Kapolsek Pugung, Ipda Agus Tri Kurniawan.
Namun, harapan korban untuk mendapatkan uangnya kembali sirna. Bukannya membayar, EI justru mengirim orang untuk mengambil mobil yang kuncinya ia titipkan dengan dalih ingin mencairkan uang di tempat lain. Setelah mobil diambil, uang tak kunjung kembali, dan sang kades pun mulai sulit dihubungi.
Setelah laporan resmi masuk ke Polsek Pugung, penyidik sebenarnya telah memberikan kesempatan bagi EI untuk bersikap kooperatif. Namun, sang kades justru dua kali mangkir dari panggilan polisi pada April 2026 lalu.
Baca Juga: Pendaki Asal Bandar Lampung Nyaris Ditelan Rimba Gunung Tanggang
Kesabaran polisi habis. Pada Kamis (4/6/2026), Tim Tekab 308 Presisi akhirnya mendatangi kediaman EI dan membawanya ke Mapolsek Pugung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil tipu-tipu tersebut diduga kuat ludes digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.
"Setelah gelar perkara dan kecukupan alat bukti, EI resmi ditetapkan sebagai tersangka. Kami juga mengamankan bukti transaksi BRI-Link sebagai barang bukti utama," tambah Ipda Agus.
Kini, hari-hari EI tak lagi dihabiskan di kantor desa, melainkan di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penipuan atau Pasal 486 tentang Penggelapan. Ancaman hukuman empat tahun penjara kini menantinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung