- Aris Pratama Anwar, pendaki asal Bandar Lampung, tersesat di Gunung Tanggang, Tanggamus, setelah terpisah dari rombongannya pada 31 Mei 2026.
- Warga Dusun Pematang Kuyung berhasil menemukan dan mengevakuasi pendaki tersebut dalam keadaan selamat pada pukul 21.20 WIB malam itu.
- Kapolsek Limau menegaskan kewajiban penggunaan pemandu lokal bagi pendaki guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.
SuaraLampung.id - Aris Pratama Anwar (21), seorang pendaki asal Bandar Lampung, harus bertaruh nyawa di Gunung Tanggang, Tanggamus, setelah terpisah dari rombongannya pada Minggu (31/5/2026).
Semuanya bermula ketika tujuh pemuda tiba di Dusun Pematang Kuyung, Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, dengan semangat membara untuk menaklukkan puncak Tanggang.
Waras, warga setempat yang rumahnya menjadi titik kumpul, sudah memberikan peringatan dini. Ia menyarankan agar rombongan menggunakan jasa pemandu lokal mengingat jalur pendakian yang tidak bisa disepelekan bagi pendatang baru.
Namun, saran itu dianggap angin lalu. Ketujuh pemuda, Daus, Ilham, Fadhil, Firmansyah, Adnan, Alfeth, dan Aris, memilih untuk percaya pada insting mereka dan melanjutkan perjalanan tanpa pendamping.
Ujian pertama datang di Pos 1. Aris mulai merasa fisiknya tak sanggup lagi mengimbangi enam rekannya. Dengan kesepakatan bahwa ia akan beristirahat sementara yang lain terus mendaki, rombongan itu pun terpecah. Itulah awal dari petaka.
Setelah merasa tenaganya pulih, Aris mencoba menyusul seorang diri. Di tengah rimbunnya hutan dan jalur yang mulai kabur, ia kehilangan arah. Langkah kakinya tak lagi membawanya ke puncak, melainkan semakin dalam masuk ke jantung hutan Gunung Tanggang.
Ketegangan memuncak saat keenam rekannya turun kembali ke Pos 1 sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka tidak menemukan Aris. Dugaan awal bahwa Aris sudah turun lebih dulu ke rumah Waras pun pupus saat mereka tiba di permukiman. Aris menghilang.
Beruntung, solidaritas warga Dusun Pematang Kuyung sangat kuat. Waras bersama empat warga lainnya segera membentuk tim pencari mandiri. Menembus pekatnya malam dan rimbunnya semak belukar, mereka menyisir hutan selama berjam-jam.
Sekitar pukul 21.20 WIB, sebuah teriakan syukur pecah di tengah hutan. Aris ditemukan. Kondisinya lemas namun selamat. Ia berhasil dievakuasi kembali ke permukiman sebelum hutan benar-benar menyedot habis energinya.
Baca Juga: Beraksi Tengah Malam, Pria 44 Tahun di Tanggamus Nekat Jarah Kabel Proyek
"Pendaki yang tersesat berhasil ditemukan dalam keadaan sehat. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat warga setempat," ujar Kapolsek Limau, Iptu Fridy Romadhana Panca Rizky, Selasa (2/6/2026).
Kejadian ini menjadi catatan merah bagi aktivitas pendakian di wilayah Tanggamus. Iptu Fridy menegaskan bahwa ke depan, aturan pendakian harus diperketat. Penggunaan pemandu lokal bukan lagi sekadar saran, melainkan kebutuhan mutlak demi keselamatan.
"Jadikan ini pelajaran penting. Jangan pernah meremehkan medan. Pemandu lokal bukan hanya penunjuk jalan, mereka adalah penjaga keselamatan Anda di jalur yang belum dikenal," pungkas Iptu Fridy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Niat Baik Berujung Duka: Bantu Renovasi Warung, Pria Tewas Terjatuh dari Tangga di Tanggamus
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung