- Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyatakan Lampung bersiap menjadi episentrum ekonomi syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
- Pemprov Lampung mengandalkan ekosistem pesantren, sektor lumbung pangan, serta ribuan UMKM berstandar halal untuk menembus pasar internasional.
- Pemerintah daerah menyusun Rencana Aksi Daerah 2027 serta mengoptimalkan Ziswaf produktif demi memperkuat pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan.
SuaraLampung.id - Di tengah ambisi nasional mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, Provinsi Lampung mulai memainkan kartu as-nya.
Bukan sekadar mengandalkan letak geografis sebagai gerbang Sumatera, Lampung kini tengah bersiap mengambil peran yang lebih substansial yakni menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi syariah di Pulau Sumatera.
Optimisme ini disuarakan lantang oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Baginya, ekonomi syariah bukan lagi sekadar urusan identitas agama, melainkan instrumen kompetitif yang mampu membawa produk lokal Lampung berbicara di panggung dunia.
Lampung memiliki modal yang tak dimiliki banyak daerah lain. Salah satunya adalah ekosistem pesantren yang sangat besar.
Jihan mengatakan pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan, melainkan inkubator ekonomi syariah yang mampu memberdayakan masyarakat dari akar rumput.
Fondasi ini diperkuat dengan predikat Lampung sebagai lumbung pangan nasional. Mulai dari hamparan sawah, perkebunan kopi, hingga tambak udang, semuanya adalah mata rantai halal value chain yang potensial.
"Kita memiliki kekuatan dari hulu ke hilir. Mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran, semuanya bisa kita kemas dalam standar halal yang diakui dunia," ujar Jihan Nurlela, Selasa (21/7/2026).
Daya saing Lampung juga terletak pada ribuan UMKM yang terus bertumbuh. Jihan meyakini bahwa penguatan sertifikasi halal pada sektor fesyen muslim, kuliner, dan industri kreatif akan menjadi tiket emas bagi produk Lampung untuk menembus pasar internasional.
Kopi, lada, kakao, hingga pisang Lampung yang sudah ternama kini didorong untuk memiliki standar halal yang ketat. Harapannya bisa meningkatkan daya saing global.
Baca Juga: Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
"Standar halal adalah faktor kunci. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tapi soal memenangkan pasar internasional," tambahnya.
Namun, Wagub Jihan sadar betul bahwa potensi sebesar apapun akan menguap tanpa eksekusi yang tepat. Ia menekankan pentingnya sebuah orkestrasi.
Istilah ini ia gunakan untuk menuntut sinergi tanpa sekat antar dinas, mulai dari pertanian, perdagangan, hingga pariwisata.
Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2027 menjadi langkah taktis yang diambil Pemprov Lampung.
RAD ini dirancang untuk memastikan akses pembiayaan syariah semakin mudah, literasi masyarakat meningkat, dan digitalisasi menjadi napas utama dalam setiap transaksi.
Menutup narasinya, Jihan Nurlela menegaskan bahwa ekonomi syariah di Lampung harus bersifat inklusif. Instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) produktif akan terus didorong sebagai sumber pembiayaan pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
-
Di Balik COD: Niat Jual Motor, Pemuda di Lampung Selatan Disekap dan Diborgol Kawanan Bersenjata
-
Pamit Angkat Jemuran, IRT di Ketapang Lampung Selatan Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala
-
Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran
-
Tanggamus Diguncang Gempa, 1 Rumah di Argopeni Alami Kerusakan Ringan
-
Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung
-
Bukan Bali atau Labuan Bajo, Tur Jet Pribadi Rp3,6 Miliar Keliling Dunia Malah Pilih Lampung
-
Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton