- Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok mayat anonim di perairan Pulau Kandang Balak, Lampung Selatan, pada Senin (20/7/2026).
- Jasad yang ditemukan nelayan dalam kondisi rusak itu telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani identifikasi medis.
- Pihak berwajib mengimbau masyarakat segera melapor ke kantor polisi jika merasa kehilangan anggota keluarga untuk mengungkap identitas korban.
SuaraLampung.id - Penemuan mayat di sekitar Pulau Kandang Balak, Bakauheni, Lampung Selatan, pada Senin (20/7/2026) pagi membuat geger.
Laporan masuk ke pos Basarnas Lampung tepat pukul 10.10 WIB. Tanpa membuang waktu, Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Polairud, dan TNI AL langsung membelah ombak menuju titik koordinat Pulau Kandang Balak menggunakan kapal patroli.
“Iya benar, tadi pagi tim telah mengevakuasi jenazah anonim tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan protokol penuh untuk segera membawa jasad ke Dermaga Bakauheni,” ungkap Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, Senin (20/7/2026).
Tubuh yang sudah mulai rusak dimakan waktu itu kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses identifikasi medis.
Kondisi jasad memberikan petunjuk awal yang memilukan. Berdasarkan pemeriksaan fisik luar, korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhir dan terombang-ambing di lautan selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan.
Sejauh ini, identitas korban masih menjadi teka-teki besar. Tidak ada tanda pengenal yang melekat, pun tidak ada petunjuk langsung mengenai penyebab keberadaannya di tengah laut lepas tersebut.
Petugas mulai menyisir laporan orang hilang di sekitar wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya, berharap ada titik terang yang menghubungkan jasad anonim ini dengan keluarga yang mungkin sedang menanti kabar di rumah.
Pihak berwajib pun mengeluarkan seruan kemanusiaan bagi masyarakat luas.
"Kami mengimbau siapa pun yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor ke kantor polisi terdekat," tulis pernyataan resmi tim SAR. (ANTARA)
Baca Juga: 977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa
Berita Terkait
-
977 Burung Korban Penyelundupan Kembali ke Langit Gunung Rajabasa
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI: Start Small, Start Slow, But Start Now untuk Kelola Keuangan Generasi Muda
-
Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik
-
Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Lampung Diganti Daring
-
Sisa Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Masih Terlihat di Bandarlampung
-
Bakauheni-Merak Normal: Terlihat Abu Erupsi Anak Krakatau, Ombak Kencang