- Gunung Anak Krakatau meletus sejak Jumat malam, menyebabkan abu vulkanik mencemari Kota Bandarlampung hingga Minggu pagi.
- Badan Geologi melaporkan sebaran abu vulkanik erupsi tersebut telah mencapai atmosfer lima provinsi di Indonesia.
- Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait potensi dampak perluasan erupsi vulkanik.
SuaraLampung.id - Abu vulkanik masih terlihat wilayah Kota Bandarlampung hingga Minggu (6/9/2026) pagi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Jumat (4/9/2026) malam.
Pantauan langsung jurnalis Suara.com, sisa abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah titik wilayah kota tersebut.
Abu masih menempel pada sejumlah permukaan fasilitas dan area ruang publik di Kota Bandarlampung pada Minggu pukul 08.00 WIB. Meski terdapat sisa abu vulkanik, aktivitas tetap berjalan normal.
Kondisi ini menjadi gambaran situasi terkini wilayah tersebut setelah terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Abu Erupsi menyebar ke 5 Provinsi
Sementara itu, Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terpantau menyebar di atmosfer ke lima provinsi.
Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan abu vulkanik menyebar ke Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.
"Berdasarkan gabungan informasi erupsi dan aktivitas vulkanik dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia, informasi VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung, dan Bengkulu," katanya dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).
Lana mengatakan arah dan jangkauan sebaran abu vulkanik dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian.
Ia menambahkan tinggi kolom erupsi, durasi erupsi, dan jumlah material yang dikeluarkan juga turut memengaruhi arah dan luas sebaran abu.
"Oleh sebab itu arah sebaran abu dapat berubah dalam waktu relatif singkat dan harus diperbarui berdasarkan kondisi meteorologi terkini," ujarnya.
Lana mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurut dia, potensi dampak yang lebih luas dapat meningkat apabila kolom erupsi menjadi lebih tinggi, erupsi berlangsung lebih lama, atau angin membawa abu vulkanik menuju jalur penerbangan dan wilayah berpenduduk.
Ia mengatakan Badan Geologi terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan untuk menyampaikan informasi terkait perkembangan dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau demi keselamatan penerbangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas
-
Dari Pengalaman PMI ke Bisnis Kuliner, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hilang Kendali di Depan Mal Ramayana Bandar Lampung, Pengendara Xeon Tewas Tabrak Pagar Trotoar
-
Kabur Usai Tabrak Motor, Mobil Oknum Polisi Malah Hantam Mobil Rekan Seprofesi di Bandar Lampung
-
Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung