- Tim SAR gabungan resmi menghentikan pencarian Zora Panasea yang terjatuh dari KMP Batumandi di perairan Lampung Selatan.
- Proses pencarian selama tujuh hari terkendala arus bawah laut yang kuat serta sulitnya akses sinyal komunikasi lapangan.
- Operasi SAR dihentikan setelah kesepakatan keluarga, namun akan dibuka kembali jika ditemukan petunjuk baru keberadaan korban.
SuaraLampung.id - Operasi pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), gadis asal Tasikmalaya yang terjatuh dari KMP Batumandi, resmi dinyatakan ditutup.
Tujuh hari sudah tim SAR Gabungan penyelamat membelah ombak, menyisir setiap jengkal perairan Lampung Selatan mulai dari Pulau Panjurit hingga ke perairan jauh di sekitar Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi. Namun, laut tampaknya masih enggan menyerahkan sang gadis kepada daratan.
Sejak laporan kehilangan diterima seminggu lalu, Basarnas Lampung tidak tinggal diam. Menggunakan RIB 02 dan dipandu oleh analisis SAR Map Prediction, personel dari berbagai unsur, mulai dari TNI AL, Polairud, hingga ASDP, berjibaku melawan alam. Namun, medan yang dihadapi bukanlah perkara mudah.
"Tim menghadapi sejumlah kendala berat di lapangan, mulai dari arus bawah laut yang sangat kuat hingga keterbatasan sinyal komunikasi di area pencarian," ungkap Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara.
Setiap pagi, harapan itu menyala saat mesin kapal menderu. Namun setiap senja pula, tim harus kembali ke dermaga dengan tangan hampa, menyisakan tanya yang tak kunjung terjawab bagi keluarga yang menanti di tepian.
Keputusan untuk menghentikan operasi bukanlah hal yang mudah diambil. Langkah ini diambil setelah musyawarah panjang dan emosional antara tim SAR dengan pihak keluarga korban yang diwakili oleh Saladin, paman Zora.
"Berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga, operasi SAR resmi dihentikan dan dinyatakan selesai. Korban kini dinyatakan hilang," ujar Rezie dengan nada berat.
Meski operasi secara resmi ditutup, Basarnas menegaskan bahwa pintu tidak sepenuhnya terkunci. Jika di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan Zora, operasi siap dibuka kembali dalam sekejap.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga
Berita Terkait
-
Gunung Anak Krakatau 'Batuk' 19 Kali dalam Sebulan: Selat Sunda Berstatus Siaga
-
Cemburu Buta, Pemuda Tega Bacok Tukang Ojek yang Dikira Pacar Baru Mantannya di Jati Agung
-
Cinta Sejati Hingga Ajal Menjemput: Pasutri Lansia Tewas Berpelukan dalam Kebakaran di Way Panji
-
Misteri Jasad di Bibir Pantai Lampung Selatan: Niat Cari Rebon, Mujamil Malah Temukan Mayat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan
-
Injak Kepala Teman hingga Tewas, Pelarian Buronan Pringsewu Kandas di Tangan Tekab 308
-
Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah
-
Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik
-
Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot