- Warga menemukan mayat pria tanpa identitas di pesisir pantai Dusun Mekar Jaya, Lampung Selatan, pada Selasa, 7 Juli 2026.
- Petugas gabungan mengevakuasi jenazah melalui jalur laut menggunakan perahu nelayan karena lokasi penemuan sulit dijangkau kendaraan darat.
- Pihak kepolisian membawa korban ke RSUD Bob Bazar untuk identifikasi lebih lanjut karena penyebab kematian belum diketahui.
SuaraLampung.id - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan tergeletak di bibir pantai pesisir Dusun 2 Mekar Jaya, Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (7/7/2026).
Adalah Mujamil, seorang warga setempat, yang pertama kali menemukan mayat tersebut. Awalnya Mujamil melangkah menyisir bibir pantai mencari rebon atau udang kecil untuk menyambung hidup.
Namun, di antara deburan ombak dan pasir pantai, langkah Mujamil terhenti seketika. Matanya menangkap pemandangan yang tak lazim.
Bukan gerombolan udang yang ia temukan, melainkan sesosok tubuh laki-laki yang terbujur kaku dengan posisi telentang di bibir pantai.
Temuan mengerikan itu seketika memecah kesunyian desa. Mujamil yang panik segera melapor ke kepala desa, yang kemudian meneruskan kabar duka tersebut ke Mapolsek Penengahan.
Menjangkau lokasi penemuan ternyata bukan perkara mudah. Medan yang sulit diakses kendaraan darat memaksa petugas gabungan dari Polsek Penengahan, Tim INAFIS Polres Lampung Selatan, hingga petugas Pemadam Kebakaran harus memutar otak.
Satu-satunya cara paling efektif adalah melalui jalur laut. Dengan menggunakan perahu nelayan, petugas berjibaku melawan ombak untuk mendekati posisi jasad tersebut.
"Evakuasi harus dilakukan lewat laut menggunakan perahu karena lokasinya berada di bibir pantai yang sulit dijangkau kendaraan darat," ujar Kapolsek Penengahan, Iptu Donal Afriansyah.
Setelah perjuangan yang cukup alot, jasad pria tanpa identitas tersebut akhirnya berhasil diangkat dan segera dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda untuk menjalani pemeriksaan forensik.
Baca Juga: Misteri di KMP Batumandi: Sepatu dan Jaket Jadi Jejak Terakhir Zora Sebelum Hilang di Selat Sunda
Hingga saat ini, sosok pria tersebut masih menjadi teka-teki. Tidak ditemukan satu pun dokumen identitas pada tubuh korban. Polisi pun belum bisa memastikan apa penyebab pasti di balik kematian pria malang tersebut.
"Personel kami bersama Tim INAFIS sudah melakukan olah TKP dan identifikasi awal. Namun, hingga saat ini identitas korban belum diketahui. Kami masih melakukan penyelidikan mendalam," tambah IPTU Donal.
Di tengah proses penyelidikan yang terus berjalan, kepolisian memberikan imbauan terbuka bagi masyarakat luas. Keberadaan informasi sekecil apa pun dari warga sangat dinanti untuk mengungkap siapa sosok pria misterius ini.
"Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga laki-laki dalam beberapa hari terakhir agar segera melapor ke Polsek Penengahan atau Polres Lampung Selatan. Informasi Anda sangat berharga untuk mempercepat proses identifikasi ini," tegasnya.
Berita Terkait
-
Misteri di KMP Batumandi: Sepatu dan Jaket Jadi Jejak Terakhir Zora Sebelum Hilang di Selat Sunda
-
Pembobol Ruang Guru Kalianda Diciduk Berkat Rekaman CCTV
-
Tiba-tiba Bersikap Aneh di Air Terjun Sembilan Putri: Remaja Pringsewu Ditemukan Hipotermia
-
Pencurian Mobil Brio Merah di Sanggar Beach Kalianda Terbongkar, Modusnya Rapi
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BRI Wujudkan Kerinduan Yuni, Sang Ibu Terbang dari Pati untuk Bertemu di Taiwan
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Dorong Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Jaringan Aktivis 98 Lanjutkan Gerakan Warga Peduli Warga di Lampung
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi