- Polisi menangkap TSMJ di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, pada 11 Juli 2026 setelah dua bulan masuk daftar pencarian orang.
- Pelaku melakukan penusukan terhadap korban di kawasan Fly Over Pasar Tugu pada 21 Mei 2026 akibat perselisihan lalu lintas.
- Akibat perbuatannya, korban mengalami luka serius dan pelaku kini ditahan di Mapolresta Bandar Lampung untuk mempertanggungjawabkan aksi penganiayaan tersebut.
SuaraLampung.id - Pelarian TSMJ (23) akhirnya menemui titik buntu. Pria yang menjadi aktor utama di balik aksi penusukan sadis di kawasan Fly Over Pasar Tugu, Bandar Lampung ini diringkus polisi setelah dua bulan lamanya menghilang dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Jejak pelarian TSMJ berakhir di kawasan Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Sabtu malam (11/7/2026). Tanpa perlawanan berarti, pemuda ini hanya bisa tertunduk saat Tim Unit I Jatanras Satreskrim Polresta Bandar Lampung mengepungnya di tengah keramaian stadion.
Tragedi berdarah yang menggemparkan warga Jalan Pangeran Antasari ini terjadi pada 21 Mei 2026 siang bolong. Segalanya bermula dari hal yang sangat sepele.
Kala itu, TSMJ nekat mengendarai sepeda motornya melawan arus. Tindakan ceroboh ini nyaris memicu kecelakaan dengan korban yang melaju dari arah berlawanan. Adu mulut pun tak terelakkan. Korban yang kesal sempat melontarkan teguran keras kepada pelaku.
Namun, teguran itu dibalas dengan kebrutalan. Bukannya merasa bersalah, TSMJ justru menghentikan motornya dan merogoh tas selempang yang ia bawa. Sebilah badik tajam dicabut, dan dalam sekejap, situasi berubah menjadi horor.
"Pelaku menusukkan senjata tajam tersebut secara berulang ke arah tubuh korban," ungkap Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, Rabu (15/7/2026).
Amukan senjata tajam itu meninggalkan luka yang mengerikan. Korban menderita robekan serius di dada, kepala, hidung, alis, hingga tangan kiri.
Saat korban bersimbah darah dan membutuhkan pertolongan medis darurat, TSMJ justru tancap gas dan menghilang selama delapan pekan.
Kini, TSMJ harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolresta Bandar Lampung. Polisi memastikan akan menjeratnya dengan pasal penganiayaan berat menggunakan senjata tajam sesuai KUHP.
Baca Juga: Tembus Rp232 Miliar! Pajak Kendaraan Jadi Mesin Utama Pembangunan Bandar Lampung
Kompol Gigih menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentoleransi aksi premanisme dan kekerasan di jalan raya. Ia mengimbau agar masyarakat tidak gelap mata dalam menyelesaikan perselisihan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui jalur hukum," tegasnya.
Berita Terkait
-
Tembus Rp232 Miliar! Pajak Kendaraan Jadi Mesin Utama Pembangunan Bandar Lampung
-
Spesialis Pencuri Modem WiFi di Bandar Lampung Sudah Beraksi di 15 Lokasi
-
Menjinakkan Bom Waktu di TPA Bakung: Benteng Air dan Larangan Rokok demi Halau Api
-
3 Kali Bobol Puskesmas Rajabasa Indah, Pemuda 18 Tahun Diringkus Polisi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung
-
Tiga Hari Diterjang Ombak 2,5 Meter, Nelayan Pesisir Barat Ditemukan Meninggal Tengah Malam
-
Gasak Yamaha R25 Saat Korban Tidur, Residivis di Pringsewu Ditembak di Kedua Kaki
-
Jumlah Siswa Meledak 300 Persen, Sekolah Rakyat Lampung Desak Bantuan Nakes dan Armada
-
BRI Awali Kick-Off HUT ke-131 Dengan Semangat Tumbuh Berkelanjutan